Putra Pejuang Perang Lima Hari Lima Malam Wasista Bambang Utoyo Tutup Usia

496
BP/IST
Wasista Bambang Utoyo di disamping makam ayahnya Letnan Jenderal TNI Anumerta Purn. Bambang Utoyo beberapa waktu lalu.

Palembang, BP

SALAH satu  tokoh politik senior Sumatera Selatan (Sumsel) mantan Ketua DPRD Provinsi Sumsel Ir H Wasista “Tony” Bambang Utoyo tutup usia di usia 64 Tahun, Kamis (2/5) pukul 00.36 di Paviliun Kencana, RSCM akibat penyakit getah akut yang di deritanya.
Politisi Partai Golkar yang akrab disapa Tony kini duduk sebagai anggota Komisi VI DPR mewakili Dapil Sumsel 1 merupakan putra dari Letnan Jenderal TNI Anumerta Purn. Bambang Utoyo, yang merupakan tokoh perang lima hari lima malam di Palembang.
Wasista sendiri sediri masih tercatat sebagai anggota Fraksi Golkar DPR RI, PAW menggantikan posisi H Dodi Reza Alex, pasca resmi mendaftarkan diri sebagai Calon Bupati Muba.
Sejak dini hari postingan di media sosial facebook, grup WhatsApps, Instagram telah banyak mengucapkan belasungkaaa atas kepergian Wasista yang dikenal di dunia olahraga seperti Perbakin (menembak), organisasi FKPPI, Wakil Ketua di kepengurusan DPD 1 Partai Golkar Sumsel Bidang Antar Lembaga, olahraga beladiri Tarung Drajat (Kodrat) dan lain-lain.
Wakil Ketua DPD Golkar Sumsel Hj RA Anita Noeringhati menilai kalau Wasista Bambang Utoyo merupakan senior di Partai Golkar , sebagai motivator untuk junior di Golkar .
“Sebagai guru, karena beliau adalah organisatoris yang jelas partai Golkar kehilangan sosok pemimpin seperti beliau, karena beliau adalah menjadi motivator yang muda-muda, bagaimana leadership, bagaimana cara berpartai yang baik,” katanya.
Anita mengaku memiliki kenangan yang indah bersama Wasista saat dirinya diajari saat di Pilkada Muba, “ Saya disuruh menjadi tutor di pembekalan kepemimpinan di hutan dan beliau kalau seperti itu, itu jagonya dia membentuk pengkaderan militansi terutama kaum muda partai Golkar perempuan dan laki-laki di kumpulkan disalah satu tempat di Muba di Muba waktu itu tapi di tengah hutan untuk melatih kepemimpinan,” katanya.
Sejarawan Sumsel Syafruddin Yusuf mengatakan, ayah Wasista Bambang Utoyo, Bambang Utoyo berperan penting dalam perang lima hari lima malam di Palembang dari tanggal 1 Hingga 5 Januari 1947.
“Pak Bambang itu waktu di perang lima hari lima malam itu berperan sebagai Panglima Divisi VIII yang berperan sangat strategis karena memberikan komando pertempuran walaupun ada resimen lain seperti resimen 15, “ katanya.
Selain itu waktu diadakan gencatan senjata dengan Belanda, Bambang Utoyo termasuk komandan yang mendukung gencatan senjata tersebut dan ikut berunding
“Yang tidak setuju dengan gencatan senjata itu pak Dhani Effendi,” katanya.#osk

Komentar Anda
Loading...