Februari-Maret, Puncak Panen Padi di Sumsel

Palembang, BP
Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura Sumatera Selatan (Sumsel) Erwin Noor Wibowo membenarkan saat ini sejumlah daerah di Sumsel panen padi.
“Jadi Februari-Maret ini puncak-puncaknya panen di sejumlah wilayah dan kita masih mengenjot agar mereka segera melaksanakan Indeks Pertanaman (IP) 200 dan alhamdulilah di Banyuasin sangat kelihatan respon masyarakatnya terhadap IP 200 , mudah-mudahan dengan adanya IP 200 ini akan meningkat total produksi padi kita di tahun 2019 ini,” katanya, Rabu (13/3) di DPRD Sumsel.
Dan pihaknya masih akan lihat total produksi tahun ini karena saat ini sudah ada program serasi yang dilaksanakan di beberapa titik di wilayah Sumsel.
“ Ini di harapkan akan mendongkrak nanti akan keluar di 2020 angka produksinya karena ini baru berbagi infastruktur di berbagai wilayah dimana diberikan alokasi dari kementrian, kita diberi 250 hektar, semoga ini dapat dimanfaatkan oleh petani kita terutama di rawa lebak dan pasang surut,” katanya.
Selain itu, walaupun saat ini hujan turun lebah menurutnya ada sejumlah sawah di Sumsel terendam air untuk itu pihaknya sudah menyurati kepala dinas pertanian kabupaten kota untuk mengambil sikap terkait sawah terendam diwilayahnya masing-masing.
Dan segara mengantisipasi agar petani tidak terlalu rugi dengan teredamnya sawahnya di wilayahnya masing-masing.
“ Dan di beberapa tempatpun sekarang sedang memacu melaksanakan indeks pertanaman (IP) 200nya khususnya di Banyuasin pasang surut rawa lebak, sebagian yang sudah surut, “ katanya.
Apalagi jauh hari pihaknya menghimbau agar lahan pertanian di lengkapi asuransi tanaman padi.
“Jika petani mengalami fuso agar segera di proses agar mendapatkan bantuan benih petani yang mengalmi fuso,” katanya sembari mengaku tidak tahu jumlah tanaman padi yang fuso akibat banjir.#osk