Renovasi Rumah Salbiah Masuk Tahap Pemasangan Atap
Palembang, BP
Satuan Tugas (Satgas) TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke 104 Kodim 0418/Palembang, bersama Polri, komunitas dan masyarakat sekitar terus melakukan bedah rumah warga bernama Salbiah Kelurahan Pulokerto, Kecamatan Gandus, Palembang, Kamis (7/3). Kali ini pembangunan rumah sudah tahap pemasangan atap. Ditargetkan rumah yang dibangun sejak Kamis (7/3) tersebut selesai Sabtu (9/3).
Salbiah (41) merupakan janda memiliki 2 orang anak perempuan Nawiyah dan Maryani dan tinggal di Rt 23 Sungai Teras Keluruhan Pulokerto Kecamatan Gandus, Palembang dan tinggal di rumah terbuat dari kayu dan ditutupi atap rumbai dengan menaiki kapal ketek.
Memang rumah milik Salbiah bisa di datangi dengan menaiki kapal ketek kalaupun dengan berjalan kaki harus melalui air rawa yang tingginya sampai kaki orang dewasa dengan arus yang deras.
Dansatgas TMMD Ke 104 yang juga Dandim 0418 Palembang Letkol Inf Honi Havana ditemui di lokasi memastikan kalau mulai hari ini rehab rumah dilakukan di rumah Salbiah .
“Kita rehab rumah ibu Salbiah dari rumah tidak layak huni menjadi rumah layak huni dan semoga apa yang kita lakukan hari ini bisa memberikan semangat bagi keluarga ini, bagi dua orang adik kita Nawiyah dan Maryani untuk bersemangat dalam kehidupan terutama mendukung kegiatan mereka untuk belajar menimba ilmu, menyongsong masa depan mereka, Bismilahnirohmannirohim semoga kegiatan ini berjalan dengan aman dan lancar,” katanya.
Honi Havana mengatakan, RT 23, Pulokerto ini bagian terpencil dan terisolir di kota Palembang dimana untuk bersekolah, untuk nberibadah dan untuk ke fasilitas umum harus menggunakan ketek dan perahu untuk menyebrangkan mereka.
“Di RT 23 ini, kami melihat Ibu Salbiah dengan dua orang anaknya yang yatim ini kondisi rumah seperti ini , hampir rubuh , atapnya rumbiah, lantainya dari bambu juga sudah mendesak dan tidak bisa ditunda harus dibantu dan kita dibantu banyak pihak oleh komunitas, TNI, kepolisian dan komponen masyarakat lain , Pemkot Palembang lain, rumahnya yang hanya 3 X 3 meter, akan kita bedah menjadi ukuran 4 X6, papan kayu dan dilengkapi atap fdari seng sehingga layak huni, “ katanya.
Selain itu dari sumbangan yang ada akan dibelikan perabotan , meja belajar, lemari, tempat tidur, kompor dan sebagainya untuk membantu Salbiah dan menyemangati dua anaknya Nawiyah dan Maryani untuk terus bersekolah.
Sedangkan Salbiah mengaku kalau dia ditinggal suaminya tahun 2000 dan sehari –hari dia menghidupi keluarganya menjadi pemulung dan buruh tani.
“ Kami dapat bantuan beras, dan jual buruan, sehari dapat Rp1000 ,” katanya.
Salbiah mengaku senang rumahnya di rehab oleh Satgas TMMD dan komponen masyarakat lain.
“ Baru inilah ada perhatian dari pemerintah,” katanya.#osk