Pesimis Penerapan Tiket Integrasi LRT Palembang

Palembang, BP
Pengamat sosial , Bagindo Togar BB menilai pesimis , bila kebijakan penerapan tiket terusan atau terintegrasinya angkutan massal antara LRT Palembang, DAMRI dan Bis Trans Musi, dengan harapan akan terjadi peningkatan pengalihan menggunakan jasa LRT secara signifikan oleh masyarakat.
“Dengan tarif kisaran 5 ribu hingga 10 ribu rupiah. Mengapa saya pesimis? Ada beberapa faktor penyebabnya, 1. Route trip antara LRT, Damri dan Transmusi relatif tidak saling terkoneksi 2. Market atau pemakai Jasa antar Moda angkutan tersebut sangat jelas berbeda secara karateristik juga keberadaannya 3,” katanya, Selasa (26/2).
Irisan hasil sistem integrasi transportasi perkotaan akan semakin tidak jelas menurutnya lebih memberi manfaat kepada angkutan publik yang mana?
- Para pemangku kepentingan sepertinya abai akan Existensi juga efektifnya Angkutan berbasis online
- Lebih ironis lagi , para pihak pengambil keputusan juga ” tak peka membaca ” secara seksama mengkaji dari aspek sosiologis atas perubahan gaya hidup serta perilaku masyarakat kelas menengah perkotaan diIbukota provinsi sumatera selatan ini. Artinya , maaf realitas permasalahan operasional LRT sekarang sebaiknya tidak berdasarkan kajian ekonomi, konstruksi angkutan kereta api modern dan penataan tata ruang kota semata.
“Alias tidak menyentuh akar permasalahan. Akibatnya kondisi seperti saat ini akan berlangsung lama serta akan terus menyedot dana subsidi dari pemerintah dalam jumlah sangat besar plus nanti akan mendistorsi pos pos pembiayaan pembangunan bidang lainnya,” katanya.
Lantas ide, solusi dan deskresi apa yang harus dilakukan pemerintah daerah menurutnya untuk mereduksi serta meminimalisir subsidi anggaran untuk operasional LRT ini? Saran yang paling tepat juga kelak efektif, adalah dengan membentuk Tim Optimalisasi Operasional LRT ( TOO LRT) Palembang, yang berunsurkan PT KAI, DJKA, Pemprov, Pemko, DPRD Provinsi & Kota, Akademisi & Pengamat Transportasi Profesional, PHRI & Asosiasi Pengusaha industri kreatif.
“ Amanah dan Tugaskan para anggota TOO LRT Palembang ini untuk berfikir dan bekerja extra keras untuk menghasilkan ragam ide, way out dan rumusan jurus ampuh dengan muatan solusi yang super kreatif nan efektif mampu menekan besarnya subsidi dana perjalanan kereta api ringan ini. Alias tidak sekedar hanya meningkatkan jumlah penumpangnya saja,” katanya.#osk