77, 5 Persen Angka Partisipasi di Sumsel Untuk Pileg dan Pilpres 2019

24
BP/IST
Suasana acara Forum Group Discussion (FGD) bertema mencari strategi meningkatkan partisipasi pemilih di pemilu 2019 yang digelar FJP bersama KPU Sumsel, di ruang banggar DPRD Sumsel, Sabtu (8/12).

Palembang, BP

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumsel akan menyiapkan 225 ribu penyelenggara mulai dari tingkat KPU kabupaten/kota hingga tingkat TPS. Hal ini dilakukan untuk mewujudkan cita-cita KPU Sumsel yang menargetkan angka partisipasi pemilih sebesar 77,5 persen di Pileg dan Pilpres 2019.

“Dua bulan sebelum pemilihan akan kita kerahkan 225 ribu penyelenggara, bahkan H-2 kita akan door to door mensosialisasikan surat suara dan pendidikan singkat agar pemilih tergerak dan mau memilih,” kata Komisioner KPU Sumsel Divisi Sosialisasi Amrah Muslimin saat menjadi narasumber pada focus group discussion (FGD) dengan tema mencari strategi meningkatkan partisipasi pemilih di Pemilu 2019 oleh Forum Jurnalis Parlemen dan KPU Sumsel di Banggar DPRD Sumsel, Sabtu (8/12) siang.

Baca Juga:  Judul: SIGUNTANG Resmi Diluncurkan, Pemprov Sumsel Perkuat Digitalisasi dan Kepatuhan Pajak Kendaraan Palembang – Gubernur Sumatera Selatan, Dr. H. Herman Deru, resmi meluncurkan Sistem Informasi Penagihan untuk Pajak Kendaraan Bermotor Terintegrasi (SIGUNTANG) dalam rangkaian kegiatan Capacity Building dan Coaching Clinic Pengisian Evaluasi Kinerja TP2DD se-Sumatera Selatan Tahun 2026 di Hotel Excelton, Selasa (7/4/2026) pagi. Dalam sambutannya, Herman Deru mengapresiasi hadirnya inovasi berbasis teknologi yang dinilai lebih humanis dalam sistem penagihan pajak kendaraan bermotor. Ia menjelaskan, metode penagihan pajak telah mengalami perkembangan signifikan, mulai dari razia pada era 1990-an, pemberitahuan melalui pos, hingga kini memanfaatkan sistem digital. Menurutnya, aplikasi SIGUNTANG tidak hanya berorientasi pada penghargaan, tetapi lebih pada peningkatan pendapatan daerah melalui kepatuhan wajib pajak. Ia juga menekankan pentingnya pendekatan yang tepat dalam membangun kesadaran masyarakat, termasuk melalui “tekanan psikologis” yang positif agar masyarakat lebih disiplin membayar pajak. Seiring dengan modernisasi sistem, Gubernur mengingatkan bahwa masyarakat akan menuntut pelayanan yang semakin baik. Oleh karena itu, ia meminta seluruh petugas meningkatkan kompetensi, memahami hak dan kewajiban, serta aktif mengikuti coaching clinic sebagai bagian dari penguatan kapasitas. Saat ini, jumlah kendaraan di Sumatera Selatan mencapai sekitar 4 juta unit, didominasi sepeda motor. Namun, tingkat kepatuhan pembayaran pajak masih berada di kisaran 40 persen. Untuk itu, keterlibatan pemerintah kabupaten/kota menjadi sangat penting, mengingat porsi penerimaan terbesar berada di daerah tersebut. Herman Deru juga menegaskan pentingnya validitas data sebagai dasar penerapan kebijakan reward dan punishment bagi wajib pajak. Ia menyebut sektor Pajak Kendaraan Bermotor sebagai salah satu andalan pendapatan daerah yang membutuhkan sinergi seluruh pihak. Sementara itu, Kepala Bapenda Sumatera Selatan, Achmad Rizwan, melaporkan bahwa Pemprov Sumsel telah meraih sejumlah penghargaan TP2DD, di antaranya Provinsi Terbaik II Wilayah Sumatera dan Rookie of The Year pada 2024, serta Provinsi Terbaik I Wilayah Sumatera pada 2025 yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia. Ia menjelaskan, kegiatan capacity building dan coaching clinic bertujuan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia serta kualitas pengelolaan dan pelaporan kinerja TP2DD di seluruh kabupaten/kota di Sumatera Selatan. Sebagai bagian dari percepatan digitalisasi daerah, Pemprov Sumsel melalui Bapenda menghadirkan SIGUNTANG sebagai instrumen utama dalam meningkatkan efektivitas penagihan pajak sekaligus memperkuat basis data kendaraan. Aplikasi ini berbasis web dan mobile, memungkinkan petugas melakukan pemindaian pelat nomor kendaraan di lapangan. Data kendaraan dapat langsung teridentifikasi untuk mengetahui status pajak. Jika ditemukan kendaraan yang menunggak atau mendekati jatuh tempo, petugas akan memberikan penandaan (hang tag) sebagai bentuk pemberitahuan kepada wajib pajak. Pada masa uji coba sejak 1 Januari hingga 17 Maret 2026, SIGUNTANG berhasil mendata 989 unit kendaraan dengan potensi Pajak Kendaraan Bermotor sebesar Rp673.487.723. Dari jumlah tersebut, sebanyak 430 unit kendaraan atau 43,47 persen telah melakukan pembayaran dengan realisasi penerimaan sebesar Rp183.820.930. Kegiatan ini turut dihadiri perwakilan Bank Indonesia Sumatera Selatan, Tim Pembina Samsat Provinsi Sumatera Selatan, kepala BPKAD dan Bapenda kabupaten/kota se-Sumatera Selatan, serta pimpinan cabang Bank Sumsel Babel. Dengan peluncuran SIGUNTANG, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan optimistis dapat meningkatkan kepatuhan wajib pajak, memperkuat basis data perpajakan kendaraan, serta mengoptimalkan pendapatan daerah dari sektor Pajak Kendaraan Bermotor.

Dikatakan Amrah, KPU Sumsel sangat optimis bisa meraih target dan meningkatkan partisipasi pemilih karena selain memberdayakan penyelenggara juga melibatkan tokoh masyarakat untuk mengajak memilih.

“Kita juga manfaatkan media sosial bahkan nanti mengangkat biduan orgen tinggal sebagai bagian sosialisasi karena bisa berkomunikasi langsung dengan masyarakat,” katanya.

Mantan ketua KPU OI ini juga menyoroti peran partai politik dalam bagian tak terpisahkan dalam memberikan pendidikan politik. Sebab siapa yang akan dipilih juga mempengaruhi pemilih untuk mau datang ke TPS. “Sehingga kita sangat berharap bahwa yang dicalonkan sebagai Caleg memang mewakili keinginan masyarakat,” tukasnya.

Baca Juga:  HEBOH... Jam Digital Masjid Al Ghazali Unsri Diretas, Tertulis: Sholat No.1, Presiden No.2

Selain Amrah, hadir sebagai narasumber pengamat politik Bagindo Tobar Bb dan wakil ketua Gerindra Sumsel, Ir H Sujarwoto. Juga hadir peserta aktif Dr Arif Ardiansyah dan sejarawan Kms Ari Panji serta peserta dari wartawan dan kalangan Mahasiswa.

“Sebenarnya pemilu 2019 nanti sangat diuntungkan karena pemilu serentak, Pileg dan Pilpres sehingga geliatnta sangat masif. Hanya saja sosialisasi Pilpres memang lebih menonjol ketimbang Pileg, ini yang harus kita kritisi karena Pemilu kita juga memilih wakil rakyat,” kata pengamat politik Bagindo Togar.#osk

Baca Juga:  PZP Ajak Masyarakat Ciptakan Pileg Dan Pilpres Damai Tanpa Hoax

 

Komentar Anda
Loading...