Penjajahan Bentuk Baru Adalah Provokasi dan Ujaran Kebencian

Jakarta, BP–Wakil Ketua MPR Ahmad Basarah mengatakan, penjajahan bentuk baru adalah hoaks, provokasi, adu domba dan menebar ujaran kebencian. Masyarakat diharapkan bersatu, konsisten menjaga serta mengawal Pancasila, UUD45, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI.
“Jelang Pilpres dan Pileg 2019 berita hoaks dan provokasi marak di medsos. Sehingga semua harus menjaga Empat Pilar sebagai landasan berbangsa dan bernegara yang merupakan warisan para pahlawan kita,” ujar Ahmad Basarah di Jakarta, Selasa (13/11) dalam sebuah diskusi bertajuk Memaknai Perjuangan Pahlawan Nasional.
Menurut Basarah, dari 262 juta penduduk Indonesia, terdapat 371,4 juta pengguna smartphone, dan ada yang memiliki dua hingga tiga handphone. Kalau terjadi caci-maki, saling hujat dan fitnah, bangsa ini bisa terpecah-belah.
Bentuk provokasi yang menyebutkan bahwa yang Islam bukan nasionalis dan sebaliknya nasionalis bukan Islam kata Basarah, merupakan politik pecah-belah. Jika rakyat terpecah belah bangsa asing akan mudah menguasai negara.
Hidayat Nur Wahid menambahkan, generasi muda harus merawat Empat Pilar. Para pahlawan telah merelakan jiwa dan raganya untuk merebut serta memperjuangkan Kemerdekaan RI. Mereka itu berbeda agama, suku, budaya, golongan, juga parpol, tapi tetap bersatu untuk NKRI.
Peneliti dari LIPI Siti Zihro menjelaskan, pembangunan infrasturktur yang tengah gencar dibangun pemerintah memang cukup baik, namun pembangunan kualitas sumber daya manusia (SDM), integritas, karakter dan mentalitas bangsa tidak kalah penting agar rakyat tidak kehilangan dis-orientasi.
“Orientasi untuk membangun jati diri, kemandirian, kedaulatan, martabat untuk mendorong proses demokrasi yang mensejahterakan rakyat. Bukan demokrasi liberal dan ini tanggung jawab parpol,” papar Siti. duk