DPRD Sumsel Jengkel, Badan Arsip Sumsel Tak Miliki Arsip Lama Kaitan Sejarah Sumsel

Anggota Komisi I DPRD Sumsel Elianuddin HB
Palembang, BP
Komisi I DPRD Sumsel mengaku jengkel dengan kinerja Badan Arsip Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) yang belum ada satupun dan arsip terutama arsip-arsip yang lama.
“Dinas arsip ini jangan jadi tempat orang-orang yang tidak berkompeten, tidak mengerti mengenai kearsipan, masalah sejarah Sumsel, berkaitan peninggalan arsip dengan Sumsel, peranan arsip itu katakanlah semacam kotak pandora jangan dak keruan, seperti contoh Jawa Tengah, DKI Jakarta di Jawa Tengah masalah perkeretaapian ada , ada film malah ada bisokopnya, masak kita minta masalah arsip Jembatan Ampera harus ke Jepang, Jepang minta bayar seharga Jembatan Ampera, gila enggak,” kata anggota Komisi I DPRD Sumsel Elianuddin HB, Senin (12/11) di DPRD Sumsel.
Dia mencontohkan, Jakabaring Sport City yang banyak penyerahan venue-venue namun di Badan Arsip tidak memiliki arsipnya.
“ Termasuk arsip BOT Palembang Icon, Palembang Square, Pasar Cinde dan segala macam tidak ada arsipnya,” katanya.
Karena itu melalui Gubernur Sumsel, politisi Partai Nasdem ini berharap konsep kearsipan dalam arti sebenarya dan penganggarannya dilaksanakan.
“Kemarin kita bertemu kemarin dengan pihak Badan Arsip Sumsel dan pengakuan mereka data arsip belum ada, arsip ini dibutuhkan pada saat berkaitan masalah hukum dengan kejaksaan, kepolisian dan KPK,” katanya.
Dan mulai sekarang pihak Arsip Sumsel mulai menggembok lemari arsip dimana dulu lemari arsip banyak tidak di gembok sehingga banyak arsip yang tidak diketahui keberadannya.
“Kita minta orang ditempatkan di Badan Arsip bukan orang buangan tapi orang yang mengerti dan memiliki latar belakang kearsipan,” katanya. osk