4 Jenis Varietas Kopi Sumsel Ditemukan

39
BP/Dudy Oskandar
Kepala Dinas Perkebunan Sumsel Ir Fahrurozy

Palembang, BP

Dinas Perkebunan Provinsi Sumatera Selatan ( Sumsel) saat unubsedang membangun kebun bibit kopi karena yang terjadi saat ini kebun kopi Sumsel sangat luas tapi belum tahu jenis kopi asal Sumsel.
” Tapi kita tidak tahu jenisnya apa, kita sedang mengidentifikasi kebun kebun kopi unggulan tersebut, apakah jenisnya berada ditempat lain atau tidak atau memang unggul lokal, ” kata Kepala Dinas Perkebunan Sumsel Ir Fahrurozy, Rabu (25/7).
kalau kopi ini unggul lokal artinya varietas baru maka menurutnya, akan didaftarkan untuk nanti di lepas sehingga bisa dikembangkan dengan membuat kebun bibitnya dan jika kebun bibit sudah ada maka bisa kembangkan.
” Siapa yang mau menanam baru kopi ambil bibit disini, jenisnya ini , kalau sekarang tidak tahu, malah ada nama nama orang tertentu yang ada dan itu yang kita lakukan di Pagaralam, ” katanya sembari mengatakan kalau jenis kopi di Sumsel Robusta dan Arabika.
Pihaknya sudah berkerjasama dengan Balai Penelitian Tanaman Industri di Sukabumi dimana untuk kopi Pagaralam , kini sudah berjalan dan akan diusulkan untuk pelepasan varietas kopi 4 macam yang sudah ditemukan itu yang tidak ada ditempat lain dan ini yang akan diusulkan.
Tahun ini pihaknya melakukan identifikasi kopi di tempat lain di Sumsel seperti di Muaraenim termasuk Semendo, Oku Selatan dan Lahat.
” Supaya kita punya benih kopi yang legal dan berkualitas anggarannya dari APBD dan APBN,” katanya.
Selain itu mengakui kopi Sumsel banyak dipasarkan di Lampung karena pengusaha Lampung mau membeli kopi Lampung dengan harga bagus daripada harga di Sumsel.
” Akibat dari efisein mereka pemasaran dan pengapalan lebih murah dan sehingga bisa membeli kopi dengan harga mahal, agar kita bisa bersaing dengan Lampung , Tanjung Api Api harus kita realisasikan jika terealisasi maka timbul industri industri kopi disitu, transportasi laut dengan kapal kapal besar dan harganya bisa bersaing dan keuntungannya jika Tanjung Api Api sudah jalan maka biaya transportasi dari lokasi ke Lampung akan lebih mahal dari ke Palembang, ” katanya.
Dan selisih itu akan mempengaruhi mekanisme pasar dan sepanjang Tanjung Api Api belum di realisasikan itu akan sulit namum semuanya butuh proses dan pihak tengah melakukan upaya mendekatkan antara pembeli dan petani serta kontinyuitas ketersediaan barang untuk pasar.#osk

Komentar Anda
Loading...