Fraksi PKS Ajak Generasi Milenial Berbisnis Sejak Dini

7
Jazuli Juwaini

Jakarta, BP–Ketua Fraksi PKS DPR Jazuli Juwaini menegaskan,  Indonesia masih defisit pengusaha atau wirausahawan. Rasio wirausaha Indonesia menurut data BPS 2017 baru naik di angka 3,1%  dari 1,6%  tapi masih tertinggal dari negara Malaysia 5%, Singapura 7%, Cina 10%, Jepang 11%, dan AS 12%. Perlu gerakan kolektif memajukan dunia wirausaha kita. Itulah yang memotivasi Fraksi menginisiasi RUU Kewirausahaan.”Negara  besar dan maju bertumpu pada kewirausahaan bangsanya. Indonesia punya kapasitas untuk itu, tapi perlu didukung kerangka kebijakan yang fokus, terarah dan sistematis untuk memajukan kewirausahaan nasional. Itulah pentingnya RUU Kewirausahaan,” kata Jazuli di Gedung DPR dalam  diskusi bertajuk Lejitkan Bisnis Start Up Melalui RUU Kewirausahaan.

Baca Juga:  Anggota DPR: Demam Berdarah Lebih Berbahaya dari Virus Corona

Hadir sebagai narasumber diskusi, Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf, Anggota Pansus RUU Kewirausahaan dari PKS Martri Agung, Pebisnis Muda Start Up dan Juara Start Up Internasional di Turki 2015 Andreas Senjaya dan Pegiat Industri Galangan Kapal Dwi SeptyaMenurut Jazuli, Indonesia  memerlukan  generasi muda yang  tampil menjadi wirausahawan atau pebisnis baru. Salah satu yang telah mengangkat rasio wirausaha Indonesia adalah generasi muda.

Baca Juga:  Hadirkan Saksi Fakta dan Ratusan Bukti, Mantan Ketua MK Siap Patahkan Gugatan Moeldoko

“Kita ajak kolaborasi anak-anak muda untuk melakukan terobosan di bidang kewirausahaan melalui model bisnis start up yang saat ini berkembang begitu pesat dan menjanjikan. Dan rata-rata pelaku bisnis ini anak muda yang  memiliki   kreativitas,” tutur Jazuli.Melalui forum diskusi  ini,  kata anggota komisi I DPR tersebut, Fraksi PKS  meminta masukan konten dari generasi milenial untuk memperkaya dan memperkuat subtansi RUU Kewirausahaan yang sedang dalam proses pembahasan.

Dikatakan, RUU Kewirausahaan Nasional  merupakan RUU Insiatif murni dari Fraksi PKS DPR yangi menjadi idola  pemerintah, kalangan DPR, maupun  pelaku usaha. Komite Ekonomi Nasional (KEN), Menteri Koperasi dan UKM serta Badan Ekonomi Kreatif (Bakeraf)  telah melakukan sosialisasi di berbagai  kesempatan. Bahkan Presiden secara khusus mengadakan rapat terbatas khusus membahas RUU ini dan di beberapa  kesempatan mendorong RUU  segera diselesaikan untuk meningkatkan pertumbuhan. Demikian juga dari kalangan pengusaha HIPMI dan Kadin meminta RUU ini segera disahkan untuk menstimulus tumbuhkan iklim kewirausahaan di Indonesia. #duk

Komentar Anda
Loading...