Sumpah Pemuda Bukti Generasi Muda Telah Memahami Arti Persatuan

Jakarta, BP–Ketua Fraksi PKS MPR RI Mustafa Kamal menilai peristiwa Sumpah Pemuda 1928 merupakan bukti bahwa kalangan pelajar dan mahasiswa telah memikirkan masa depan bangsa Indonesia. Terbukti para generasi muda tersebut telah mencetuskan bahasa persatuan adalah bahasa Indonesia dan tanah air Indonesia. “Pemuda kita luar biasa. Kita belum merdeka dan belum punya negara, tetapi sudah mengklaim tanah air satu, tanah air Indonesia yang belum jelas batasan wilayahnya. Bahkan bahasa persatuan kita disebutkan bahasa Indonesia,” ujar Mustafa di ruangan wartawan DPR Jakarta, senin (30/10).
Pemuda saat itu kata Mustafa, telah memiliki pemahaman dan pergerakan yang sama untuk mencapai masa depan Indonesia. Mereka bicara soal ketatanegaraan, kebudayaan dan negara kesatuan.
Menurut Mustafa, pemuda juga mempunyai kesadaran akan bahasa persatuan adalah bahasa Indonesia. “Mengapa bukan bahasa Jawa atau bahasa Sunda digunakan sebagai bahasa persatuan mengingat jumlah penduduk mereka sangat banyak?. Itulah hebatnya pemuda ketika itu. Ini juga merupakan identitas kebudayaan,” tuturnya.
Dia mengakui banyak generasi muda sekarang tidak memahami dan menghayati sejarah Sumpah Pemuda 1928 tersebut, namun dengan pendidikan dan Sosialisasi 4 Pilar MPR RI, generasi muda akan mengerti dan mampu menghadapi tantangan zaman ke depan.
Budayawan Radhar Panca Dahana menegaskan, upacara peringatan hari Sumpah Pemuda belakangan ini hanya terkesan seremonial. Sehingga generasi muda saat ini sulit memahami makna dari sumpah pemuda tersebut.
“Saya khawatir para generasi muda akan mengalami kebekuan pemikiran. Karena para guru dan orangtua juga tidak memahami makna sesungguhnya dari perjuangan para pemuda yang telah mendeklarasikan sumpah pemuda.
Generasi muda mulai terlena dengan medsos dan internet yang menyukai informasi dan kebudayaan dari luar. Jika generasi muda tidak diajarkan tentang makna sumpah pemuda akan sulit untuk menegakan NKRI. #duk