Bank Sumsel Babel ‘Go’ Digital Banking

Palembang, BP — Menyongsong era digital dan responship menyikapi maraknya perusahaan financial technology (fintech) yang mulai mengambil peran perbankan, Bank Sumsel Babel (BSB) kian memperkuat layanan nasabah dengan sistem teknologi. Bahkan, layanan yang diberikan mampu mendorong transaksi nasabah untuk gencar menggunakan fasilitas digital ini.
Wujud dari tekad Bank Pembangunan Daerah (BPD) yang tidak ingin kalah bersaing ini, ditunjukan dengan memperkuat layanan e-channel yang kini dirasakan manfaatnya oleh nasabah. Tidak tanggung-tanggung dari data yang dihimpun, transaksi short message service (SMS) banking yang dilakukan nasabah hingga kuartal ke tiga tahun ini mampu menembus pencapaian total tahun lalu.
Tahun lalu, transaksi nasabah menggunakan SMS banking tercatat mencapai 684.549 transaksi dengan nominal transaksi sekitar Rp397 miliar, sedangkan tahun ini hingga kuartal ke tiga September 2017 mencapai 712.786 transaksi dengan nominal Rp392 miliar.
“Untuk SMS banking, pencapaian di kuartal ke tiga tahun ini sudah menebus pencapaian total tahun 2016, artinya kuartal ke empat tahun ini merupakan pencapaian pertumbuhannya,” kata Direktur Utama Bank Sumsel Babel Muhammad Adil melalui Sektretaris Perusahaan Faisol Sinin, Minggu (29/10).
Dikatakan, Bank Sumsel Babel kini memperkuat digital banking dengan membentuk divisi digital di tubuh perusahaan yang fokus menangani layanan nasabah. Produk digital banking bank pembangunan daerah harus disiapkan secara matang supaya tidak kalah bersaing dengan perbankan lainnya.
“Memaksimalkan potensi bisnis, kami akan melakukan pembentukan satu divisi yang khusus menangani digital banking ini, pembentukan divisi digital itu akan tertuang dalam rencana bisnis bank (RBB) 2018 perusahaan,” katanya.
Dia menjelaskan saat ini produk digital yang sudah dinikmati nasabah diantaranya internet banking, meskipun baru tahun ini dirilis namun ekspektasi nasabah cukup tinggi, bahkan dari catatan pihaknya dari Februari hingga September 2017 sudah mencapai 38.000 transaksi dengan nominal Rp24 miliar.
“Nasabah kini mulai menikmati layanan digital ini, kami meyakini dari yang tadinya masih menggunakan SMS banking kini sudah mulai banyak yang beralih ke internet banking, dan inilah wujud untuk nasabah yang masih mempercayakan dananya dipercayakan pada kami,” tutur dia.
Tidak hanya itu, pihaknya juga memperkenalkan uang elektronik (e-money) yakni BSB Cash sebagai alat pembayaran yang sah, dan sudah disahkan oleh BI dan OJK belum lama ini. Transaksi bahkan tercatat mencapai Rp152 juta dan cukup menunjukan respon yang cukup baik.
BSB Cash ini akan sangat membantu masyarakat, apalagi bisa digunakan ke berbagai fasilitas umum seperti Transmusi, berbelanja ke sejumlah tenant yang bekerja sama, hingga nantinya untuk transaksi masuk tol dan Light Rail Transit (LRT) yang akan diresmikan jelang Asian Games 2018 mendatang.
Dirinya menambahkan, untuk memperluas jangkauan pemakaian BSB Cash ini perusahaan bekerja sama dengan Bank Negara Indonesia (BNI). Sehingga pengguna kartu BSB Cash bisa melakukan transaksi di mesin EDC milik BNI di mana pun, tidak hanya di Palembang sejak 1 Oktober 2017.
Guna memaksimalkan layanan ini pihaknya pun konsen pada Sumber Daya Manusia (SDM) yang mumpuni di bidang Teknologi Informasi (TI). Tidak lupa juga kami fokus membina SDM pada divisi ini sehingga bisa menjalankan fungsi dan tugas secara maksimal,” katanya.
Terkait kesiapan infrastruktur pihaknya sudah bekerjasama dengan VISA sehingga jaringan kartu perusahaan cukup luas. Di Kota Palembang, Bank Sumsel Babel sudah bekerja sama dengan 36 merchant untuk transaksi menggunakan uang elektronik BSB Cash.
“Kami terus berupaya mempermudah layanan perbankan dalam genggaman yang dapat dilakukan kapan dan dimana saja tanpa mengantri, sehingga nasabah bisa merasakan kemudahan yang kami berikan,” tukas dia.
Sementara itu, meyakinkan terhadap layanan yang diberikan, beberapa nasabah Bank Sumsel Babel mengakui, sejak diperkenalkan internet banking, kini bisa memantau aktivitas transaksi kapan saja, apalagi saat seringnya terjadi transaksi yang dilakukan.
“Internet banking yang diperkenalkan lebih simpel, sehingga lebih mudah membaca arah menu yang ada. Pastinya ini sangat membantu, apalagi pedagang seperti kami,” kata pedagang kasur dan bantal di Jalan Medeka, Sari (36) yang mengaku menjadi nasabah Bank Sumsel sejak lima tahun belakangan.
Tidak hanya pedagang, mahasiswi Universitas Sriwijaya, Yuliana (21) mengakui demikian, sarana kartu mahasiswa yang dimilikinya bisa digunakan untuk sejumlah transaksi di kampus. Layanan yang diberikan ini menjadikan kebanggan dirinya sebagai warga Sumsel.
“Merasa lebih digital, walaupun paling sering dipergunakan saat proses pembayaran uang kampus, namun merasa bangga saja memiliki kartu ini, apalagi Bank Sumsel ini adalah BPD yang labanya dipergunakan untuk membangun daerah kita juga,” katanya.
Pengamat Ekonomi Sumsel Prof Sulbahri Madjir mengatakan, nasabah kini lebih membutuhkan layanan digital yang disediakan perbankan. Hal ini sejalan dengan mobilitas yang makin tinggi dan bisnis yang kian mengglobal.
“Kini peningkatan penggunaan layanan digital oleh nasabah kian pesat, dulunya setor uang harus ke bank langsung kini sudah ada setor tunai, transfer pun kini tidak perlu ke ATM, bisa melalui SMS bahkan internet banking, ke depan masyarakat ingin adanya layanan yang lebih lagi guna mendorong kemudahan transaksi,” katanya.
Sulbahri tidak menampik, Bank Sumsel Babel kini kemajuanya cukup pesat, hanya saja perusahaan harus fokus dengan pergerakan demi pergerakan tekonologi saat ini. Apalagi, kini masyarakat sudah dimanjakan dengan sejumlah aplikasi yang bisa mendorong aktivitas lebih mempuni.
“Bank Sumsel Babel juga harus bisa memanfaatkan peluang bisnis digital saat ini, selain memperbaiki layanan yang sudah ada, harus juga jeli melihat pergerakan teknologi, sehingga BPD ini menjadi yang paling utama bagi masyarakat di Sumsel maupun Kepuluan Babel,” tukas dia. #ren