Perubahan Keputusan Parpol Sampai Akhir November Terhadap Calon Diusung Dimungkinkan

BP/IST
Pengamat politik dari Universitas Sriwjaya (Unsri) Bagido Togar Butar-Butar
Palembang, BP
Perkiraan para calon Gubernur yang berpeluang besar dimunculkan sepertinya sangat tergantung kepada kajian serta kalkulasi kerja politik partai papan atas seperti PDIP, Demokrat, Golkar dan Gerindra) yang sudah jelas lebih mudah untuk meloloskan kadernya sebagai calon gubernur ataupun calon wakil gubernur.
Demikian dikemukakan pengamat politik dari Universitas Sriwjaya (Unsri) Bagido Togar Butar-Butar, Kamis (19/10) sedangkan partai papan tengah ( PAN, Nasdem, PKB, PKS dan Hanura) menurutnya berusaha melakukan koalisi taktis sesamanya dengan berharap dukungan Partai Papan Bawah ( PBB dan PPP ).
“Komunikasi dan Gerilya politikpun ditingkatkan tatkala proses demokrasi yang cenderung semakin menguat menjadi 3 Pasang Calon,” katanya.
Selain itu pertimbangan strategis untuk berkoalisi dalam menetapkan paket calon oleh partai politik biasanya berpedoman kepada kedekatan ideologis, flat form dan program organisasi, elite dan Founder partai dan taktis perjuangan.
“Mengamati issue dan rumor yang berseliweran ditengah komunitas peminat serta elite politik didaerah ini, Nama nama yang tampil adalah para Ketua Partai, kecuali saudara Dodi Reza Alex/ Bupati Muba dari Partai Golkar, karena Ketua Partainya yang juga Ayahandanya, dan secara UU tidak diperkenankan lagi utk dicalonkan untuk ketiga kalinya sebagai kepala daerah,” katanya.
Diluar nama Dodi Reza Alex, nama nama yang beredar adalah Ishak Mekki, Aswari Rivai, Giri Ramanda Kiemas , Herman Deru, Mawardi Yahya dan Eddi Santana Putra, dimana 3 Nama Tokoh Terakhir tersebut, saat ini bukan lagi pengurus aktif parpol.
“Masih dituntut komunikasi dam kerja Politik yang harus dilakoni oleh para bakal calon diatas, misalnya kesepakatan penentuan siapa yang akan menjadi calon gubernur dan wakilnya, karena hal ini tidak semata-mata Otorotas Pengurus Wilayah/Daerah dan kandidat, tetapi pengurus partai ditingkat pusat lebih berhak dalam memutuskan, idealnya hal ini berlaku khusus untuk partai papan atas, logika awam partai yang lebih besar jumlah kursinya yang pantas untuk menjadi calon Sumsel 1 dengan catatan kader partai yang didorong adalah sosok yang memiliki Elaktibilitas terbaik di partainya,” katanya.
Disamping itu, faktor pengalaman pemerintahan, kemampuam berkomunikasi politik, jaringan dukungan, integritasi figur, Visioner dan mampu mengakomodir aspirasi Publik. Tentu juga kemampuan memenuhi kebutuhan teknis dan atribut kampanye pasca penetapan pasangan Calon, walaupun ini bukan syarat utama untuk calon yang akan direkomendasi oleh Parpol, Artinya Para parpol dituntut untuk melakukan kajian yang komprehensif dan kalkulasi politik yang akurat dalam menetapkan calon yang kelak akan dikompetisikan dalam pilkada serentak nanti.
“Sepertinya tahapan yang tengah berlangsung ini masih mengisyaratkan akan adanya perubahan keputusan dari parpol pengusung/ pendukung sampai akhir November ini. Dengan selalu mengamati perkembangan atau dinamika sosial dan arah partisipasi politik masyarakat. Juga harus dicermati..Konstelasi Politik kelak akam bisa berbeda pada Saat Pra dan Pasca Rekomendasi dari Partai Pendukung,” katanya.#osk