Laba Bersih PT Bukit Asam Capai Rp2,63 Triliun

Jakarta, BP–Direktur Utama PT Bukit Asam (PT BA Persero) Tbk Arviyan Arifin menegaskan, PT BA berhasil mempertahankan kinerja terbaik dengan laba bersih naik Rp 1,57 triliun lebih, menjadi Rp 2,63 triliun atau 250% dari periode sebelumnya Rp 1,05 triliun. “Laba per lembar saham Perseroan juga meningkat menjadi Rp 1.246 atau meningkat 256% dari periode sebelumnya Rp 486 per 30 September 2017,” ujar Arviyan Arivin kepada sejumlah wartawan dalam acara konfers di Jakarta, Kamis (19/10).
Arviyan menambahkan, komposisi penjualan batubara domestik pada periode Januari-September 2017 sebesar 63,9% dan untuk pasar ekspor 36,1%. Peningkatan penjualan karena meningkatnya ekspor batubara Bukitasam-48 sebesar 2,19 juta ton serta Bukitasam-5O sebesar 1,54 juta ton, sedangkan permintan domestik atas batubara Bukitasam-50 meningkat 1,61 juta ton. Selain volume, harga jual rata-rata batubara juga mengalami peningkatan seiring dengan kenaikan Indonesia Coal Index (ICI) dan Harga Batubara Acuan (HBA). Harga jual rata-rata meningkat sebesar Rp 15% dari periode yang sama tahun sebelumnya.
Menyinggung sasaran tahun 2017, Perseroan kata Arviyan merencanakan produksi batubara 21,92 juta ton dan pembelian 22,37 juta ton. Produksi tersebut mengalami kenaikan 9,9 % dari tahun sebelumnya 19,95 juta ton. Sedangkan soal angkutan, PT Kereta Api Indonesia menyatakan komit mengangkut batubara PT BA dari lokasi tambang 20,50 juta ton masing-masing 17,30 juta ton menuju pelabuhan Tarahan di Bandar Lampung dan 3,20 juta ton menuju dermaga Kertapati di Palembang. Angkutan tersebut meningkat 7,1 % dari tahun 2016 yang hanya 19,12 juta ton masing-masing 16,00 juta ton menuju pelabuhan Tarahan dan 3,12 juta ton menuju Dermaga Kertapati.“Untuk meningkatkan penjualan tahun 2017 Perseroan menargetkan 23,17 juta ton, dengan komposisi 15,00 juta ton memenuhi permintaan domestik atau 58 % dari total target penjualan dan ekspor 8,17 juta ton setara dengan 42 % dari total penjualan. Target penjualan domestik naik 22% atau2,7 juta ton dibandingkan tahun 2016,” paparnya. #duk