Ki Mgs H Nanang Masri, Bapak Pendidikan Islam Palembang

315
Ki Mgs H Nanang Masri. (BP/IST)

TOKOH ini dikenal oleh masyarakat sebagai bangsawan yang sangat terpelajar, ulama, dan Bapak Pendidikan Islam Sumatera Selatan.

Pengamat sejarah kota Palembang, Kms. H. Andi Syarifuddin menjelaskan, nama lengkapnya ialah Masagus Haji Abdurrahman Nanang Masri bin Mgs. Abdul Azim (Cek Atim) bin Mgs. M.Soleh Demang Wira Kesuma bin Mgs. Zainuddin bin Mgs. Syamsuddin bin Mgs. Syawal bin Pangeran Surya Wikrama Sebakti bin Susuhunan Sultan Abdurrahman Candi Walang.

“Ia dilahirkan oleh ibunya Mas Nurani bt H.M.Yasin dalam tahun 1303 H atau 1885 M. Putera ke 3 dari 9 bersaudara,” katanya, Senin (16/10).

Baca Juga:  Penggunaan Busana Aesan Paksangko yang Sempat Viral ,  Dinilai Cederai Nilai Adat Palembang 

Selain mendapatkan pendidikan dari ayahnya sendiri, ia juga belajar kepada ulama-ulama besar Palembang waktu itu, diantaranya Ki. Merogan, dll.

“Kemudian ia melanjutkan studinya ke Timur Tengah, berguru kepada ulama2 terkenal seperti: Syekh Hasan bin Said Yamani al-Makki, Sayid Muhammad bin Amin, Sayid Hamzah Zainuddin al-Madani, dll,” katanya.

“Sedang pendidikan formal ia tercatat sebagai murid di Masjidil Haram, Madrasah Shoulatiyah, dan di Perguruan al-Azhar Mesir,’ katanya.

Setelah pulang ke tanah air, banyak sekali aktivitas, dakwah & jabatan yg dilakoninya terutama dunia pendidikan yg banyak melahirkan alumninya menjadi ulama & tokoh-tokoh besar terkemuka, diantaranya:
– Pendiri Madrasah Ahliyah Palembang (1925)
– Guru Agama sekaligus Kepala Sekolah
– Ketua Panitia Pendirian Madrasah (1929)
– Anggota Jong Islamitten Bond (JIB) cabang Palembang, 1928.
– Komisaris Majelis Pertimbangan Igama Islam (MPII) Palembang, 1930
– Anggota Lujnah Tanfiziah MPII Palembang
– Pengurus Masjid Agung Palembang
– Penulis, dll.

Baca Juga:  Dibalik Memburuknya Hubungan Palembang-Mataram

“Karya tulisnya yg monumental diantaranya ialah: “Sejarah as-Sulthaniyah Keturunan Raja-raja Palembang Asal wal Furu’ “(1936), dll,” katanya.

Selain itu menurutnya, hingga akhir hayatnya Ia memiliki beberapa orang isteri, dari pernikahannya ini ia hanya memperoleh seorang puteri yg wafat selagi kecil bernama Msy. Fatimah Cek Fatum.

Ki. Mgs. H. Nanang Masri wafat pada malam Sabtu, 8 Jum Akhir 1366H bersamaan 16 April 1948 dalam usia 63 tahun. Dimakamkan di Puncak Sekuning Palembang jam 10 pagi.

Baca Juga:  SMB IV Dukung Upaya Forwinda Untuk   Kembangkan Budaya Melayu di Sumsel

“Melihat kiprah, perjuangan & jasa-jasanya di dunia Pendidikan sudah sepantasnyalah tokoh Sumsel ini kiranya mendapat anugrah sebagai Bapak Pendidikan Nasional,” kata Andi. #osk

Komentar Anda
Loading...