Gubernur Alex Minta KEK TAA Segera Dibangun

16
H Alex Noerdin

Palembang, BP–Setelah penandatanganan perjanjian kerja sama usaha PT Sriwijaya Mandiri Sumsel dan PT Sriwijaya Tanjung Carat tentang Pembangunan Pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Api-api (TAA), Gubernur Sumatera Selatan H Alex Noerdin meminta kawasan tetsebut segera dibangun.

“Selesainya penandatangan hari ini (kemarin-red), satu per satu impian kita tentang Sumsel menjadi kenyataan. Saya minta kepada PT  SMS dan PT STC setelah ini kerja. Sekarang adalah saatnya pembangunan,” ungkap Alex usai penandatanganan ini di Griya Agung Palembang, Senin (16/10).
Menurut orang nomor satu di Sumsel ini, Direktur Utama PT SMS IGB Surya Negara merupakan mantan perwakilan BPKP Sumsel sehingga memahami dan mengetahui mana yang salah dan benar. Kini, semua pihak diminta juga untuk mengawal pembangunan di KEK di Sumsel.
“Kondisi sekarang memang harus hati-hati, tetapi tidak memperlambat dan menghambat. Jalan cepat tapi benar, lari cepat tapi betul,” kata Gubernur Alex.
Alex juga menambahkan, pengembangan KEK TAA dan Tanjung Carat sudah diminta untuk jadi satu kesatuan dan dalam waktu dekat akan ada rapat terbatas di kalangan Pemerintah baik Pusat maupun daerah. Bahkan, Presiden RI Joko Widodo juga setuju pelabuhan itu menjadi pelabuhan Internasional.
“Alhamdulillah ini membawa berkah dan Insya Allah apa yang diminta dikabulkan. Ini jyga menjadi tonggak sejarah bagi Sumsel. Di pundak dua perusahaan ini merupakan amanah yang harus dipikul, bukan hanya investasi saja tapi tujuan akhir yakni kesejahteraan rakyat,” tutur Alex.
Sementara itu, Chairman PT Sriwijaya Tanjung Carat (STC) ETS Putera mengatakan, hingga Juni 2018 ditargetkan 217 hektar lahan akan disulap menjadi KEK. Semua lahan tersebut sebagian besar sudah dibebaskan. Saat ini juga dalam proses penyelesaian Analisa Dampak Lingkungan (Amdal) yang akan selesai November 2017.
Dikatakan Putera, Desember 2017 atau Januari 2018 mendatang mulai dilakukan pembersihan area untuk daerah pertama KEK TAA. Saat ini sudah ada 5-6 investor yang berminat berinvestasi di kawasan tersebut, diantaranya Indorama, PT Dex dan lainnya.
“PT STC ini adalah mitra, fungsi kita hanya membangun, investasi dan menyiapkan kawasan. Juni 2018 itu, 217 hektar harus selesai. Fokusnya pada pembangunan temporary facility dengan pembebasan lahan. Itu dulu yang menjadi fokus kita,” ujar Putera.
Konsep dari KEK TAA dan Carat, lanjut dia, adalah jual tanah matang kepada semua investor. PT STC yang akan mempersiapkan infrastuktur, seperti jalan, lampu, pagar keamanan, kamera, sarana publik dan lain sebagainya. Total investasi untuk KEK TAA dan Tanjung Carat secara keseluruhan adalah 3 Miliar dolar.
“Untuk kendalanya itu proses perizinan percepatan supaya jangan menyalahi aturan, kita kan punya undang-undang,” pungkasnya. #adv
Baca Juga:  Gubernur Alex Resmikan Siloam Emergency Clinic
Komentar Anda
Loading...