Pertumbuhan Ekonomi Ditentukan Faktor Investasi

18
Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Herman Khaeron

Jakarta, BPWakil Ketua Komisi VII DPR RI Herman Khaeron mengatakan, laporan BPS triwulan II yang menyebutkan terjadi penurunan daya beli masyarakat merupakan fakta, namun bukan lantaran pertumbuhan ekonomi melambat. “Idealnya pertumbuhan ekonomi  harus diimbangi  dengan meningkatnya daya beli masyarakat. Pemerintah  diharapkan   bisa menjelaskan apakah kondisi ekonomi kita meningkat mengingat   daya beli masyarakat  sedang menurun,”  ujar  Herman di ruangan wartawan DPR, Jakarta, Kamis (5/10)  dalam diskusi  bertajuk APBN 2017 dan Polemik Daya Beli.

Menurut Herman, pertumbuahn ekonomi  ditentukan  faktor investasi, ekspor, konsumsi domestik dan lapangan kerja. Pertumbuhan ekonomi juga harus sesuai target.
Herman mencontohkan harga beras  Raskin cukup murah Rp 1.600  antara Januari, Februari dan Maret 2017, tapi minat masyarakat tidak begitu tertarik. Tidak jelas apakah karena masyarakat tidak memiliki uang atau karena tidak suka beras raskin.  
Anggota DPR  Ecky Awal Mucharram menjelaskan, target pertumbuhan ekonomi dalam RPJM sebesar 7 %, tapi faktanya hanya  5,2 %  dan sampai sekarang target tersebut tidak pernah dikoreksi.
Dia menambahkan,  untuk menutupi defisit anggaran dengan dikeluarkannya  kebijakan pemerintah pengampunan pajak (tax amnesty,) bisa dibilang  gagal karena  tidak mencapai target. “Pajak yang masuk lebih banyak dari pajak pertambahan nilai (PPN). Jadi, ada yang salah dengan sistem perpajakan kita,” kata Ecky seraya menambahkan  dana desa juga bernasib sama, terlalu banyak melibatkan orang. “Masak ada kepala desa sampai lima kali sebulan di datangi Pemda. Ini kan menyedihkan,” papar Ecky.  #duk
Baca Juga:  Pusat Anggarkan Rp1,2 Triliun Untuk Pertanian
Komentar Anda
Loading...