AFD Sesalkan Insiden di Futsal Competition Pocari Sweat

Palembang, BP — Terkait, dugaan pemukulan seorang wasit oleh salah satu oknum peserta Pocari Sweat Futsal Competition Regional Match Sumatera Selatan, Pengurus Provinsi Asosiasi Futsal Daerah (AFD) Sumsel menyesalkan duel head to head, perebutan tiket nasional single event bergengsi ini.
Hal tersebut langsung disampaikan oleh Ketua Umum AFD Sumsel Islah Taufik. Menurutnya, insiden ini tak harus terjadi, apalagi dilakukan oleh seorang pelajar. Pasalnya, kompetisi bukan hanya soal menang dan kalah, tapi juga profesionalisme.
“Sangat di sayangkan kalau ini memang terjadi, ini kan tingkat pelajar harusnya tidak boleh terjadi, karena inikan pembinaan tingkat yg paling dasar (tingkat pelajar),”terang Islah Taufik, Minggu (10/9).
Islah menambahkan bahwa profesionalisme dan objektif harus benar-benar ditunjukkan. Baik itu peserta, wasit dan seluruh unsur pertandingan. Menurutnya, bagaimana mau berlaga dilevel nasional, jika level daerah saja menuai insiden.
Jadi disinilah pemain-pemain di uji untuk menunjukan bahwa diri mereka mampu untuk menjadi pemain profesional ke depan,”jelasnya.
Sementara itu, Denisa Ruvianty Brand Communication Executive PT amerta Indah Otsuka (Pocari Sweat) Sumsel membenarkan dengan adanya insiden yang terjadi di salah satu babak penyisihan pada laga perebutan tiket nasional mewakili Sumsel.
“Salah satu pemain SMA Negeri 3 Palembang yang diduga memukul wasit pada saat tanding melawan SMA Bina Sriwijaya. Memang ini sangat kami sayangkan juga terjadi insiden ini,”terang Denisa saat dibincangi BeritaPagi disela-sela kompetisi Pocari Sweat Futsal Competition Regional Match Sumatera Selatan.
Namun demikian, insiden tersebut telah meredam dan dibahas secara kekeluargaan. Baik yang diduga memukul sudah meminta maaf dan korban pemukulan tidak terlalu serius.
“Kita maunya sebetulnya kondusif, karena ini ajang untuk edukasi. Kita juga tak mengharapkan ini terjadi. Karena kondisi panas, kemudian superter juga, kemudian juga mungkin emosional pemain. Padahal, kita juga telah jelaskan saat mereka technical meeting,”sesalnya.
Single event ini dikatakan Denisa bukan kali pertama digelar dan ini merupakan laga nasional yang akan memperebutkan satu tim juara nasional pada grand final November 2017 mendatang di Bandung Jawa Barat.
“Palembang diikuti 52 tim termasuk juga di kabupaten/kota. Dan ini akan kita ambil satu pemenang untuk ikut grand final pada laga nasional di Bandung nanti,”terangnya.
Pemenang sendiri akan duel head to head dari delegasi 18 kota yang menggelar kompetisi liga ini, mulai dari Medan, Samarinda, Jakarta, Bandung, Papua, Mataram dan lain-lain. #sug