Bentuk Asosiasi Pengusaha Pempek

Palembang, BP — Tak adanya tempat sharing dalam suatu wadah khusus, maka para pengusaha pempek di Kota Palembang meminta pemerintah untuk memfasilitasi. Sehingga nantinya dapat terkoordinir baik dan tercapainya memasarkan pempek ke kancah internasional dengan kualitas baik.
Hal tersebut diungkapkan saat ratusan pengusaha pempek beraudiensi dengan Walikota Palembang Harnojoyo, di Rumah Dinas Walikota, Jalan Tasik, Jumat (8/9).
Memasarkan pempek sebagai makanan khas Palembang hingga pasar internasional, perlu bahan yang berkualitas dan dikemas dengan packaging menarik. Maka, diyakinilah pentingnya ada asosiasi pedagang pempek, dibawah naungan stakeholder.
Walikota Palembang Harnojoyo mengatakan, asosiasi sebagai wadah yang harus dibentuk sebagai naungan pengusaha pempek. Pemerintah Kota Palembang membentuk tim pembuat asosiasi yang dibawahi oleh Asisten II bidang Perekonomian dan Pembangunan dan Dinas Perdagangan Kota Palembang.
“Apapun kendalanya akan didiskusikan di organisasi ini, bagaimana usaha lebih fokus dan lainnya, baik untuk pemasaran ke internasional maupun dalam rangka Asian Games 2018,” katanya.
Ia mengatakan, tidak dipungkiri jika bahan baku pempek yaitu ikan gabus dan belido, belum ada di Palembang. “Budidaya ikan ini cukup sulit, sebab keduanya adalah predator, pakan untuk kedua ikan ini adalah ikan-ikan kecil, kita masih cari solusinya,” jelasnya.
Pentingnya asosiasi itu sebagai wadah pedagang, ia menilai sebab selama ini pengusaha pempek pun telah berkontribusi pada Pajak Asli Daerah (PAD). Ada sekitar 160 toko toko pempek di Palembang yang terdaftar di Dinas Perdagangan. “Kontribusinya pada PAD 5 persen dari pajak restoran dan rumah makan,” ujarnya.
Owner Pempek Wawa, Sulton mengatakan, sangat penting terbentuknya asisoasi pedagang /pengusaha pempek ini. Terutama saat kudapan Palembang ini membawanya ke pasar internasional dan Palembang menghadapi Asian Games. Ia menilai, dengan asosiasi ini, pengusaha pempek di Palembang akan dinaungi satu wadah resmi.
“Di dalam asosiasi itu, pengusaha pempek bisa sharing tentang kualitas pempek yang baik. Terutama untuk dipasarkan dan dijual ke orang luar negara Indonesia. Kita membawa pempek dengan nama Sumsel, Indonesia. Bagaimana kualitas pempek dan cuka, itu harus diperhatikan oleh semua pedagang, bagaimananya itu dengan asosiasi,” katanya.
Ketersediaan bahan baku ikan di Palembang sejauh ini pengusaha pempek tidak mengalami kesulitaan pasokan. Hanya saja, bahan baku ikan tenggiri, gabus ataupun tenggiri ini, didapat dari pemasok luar Palembang. “Pasokan di dapat dari Pasar Cinde yang didatangkan dari luar Palembang, sebab, di Palembang bubidaya ikan belido atau gabus belum ada,” katanya. #pit