Misi Mularis Djahri Dalam Membangun Palembang

28
BP/DUDY OSKANDAR
Calon Walikota Palembang H Mularis Djahri menjelaskan misinya dalam diskusi yang diselenggarakan Palembang Brother (PB) di Café Renata , Bukit Besar, Palembang, Jumat (25/8).

Palembang, BP–Diskusi bersama bakal calon Walikota Palembang H Mularis Djahri yang didampingi tokoh pemuda Sumatera Selatan Yudi F Bram, ST, MM dalam diskusi Palembang Brother (PB) di Café Renata, Bukit Besar Palembang, Jumat (25/8) malam berlangsung seru.

Acara yang dimoderator oleh Anang Charma yang merupakan Ketua Komunitas Anak Muda Anti Narkoba (Kandatiba) Provinsi Sumsel juga dihadiri di antaranya Ketua Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sumsel Herlan Aspiudin, dan tokoh-tokoh pengusaha maupun aktivis sekota Palembang.

Kalau selama ini Mularis enggan menyebutkan, misinya dalam pencalonan ini, dalam diskusi ini, Mularis yang mantan polisi ini mengaku ada tujuh misi yang akan dia bawa ke kota Palembang seperti diantaranya akan menata Sungai Musi sampai ke muara laut.
“Saya lihat dari berbagai sudut pelanggaran-pelanggaran yang sudah terjadi , gimana Sungai Musi mau baik , cobalah enggak usah kita keluar negeri, kita lihat di google aja negara lain, sampai kapan Sungai Musi ini ditata, “ katanya.
Kedua menurut, Mularis bagaimana menata kota Palembang , apakah tersusun rapi.
“Visi dan misinya sedang saya konsep,” katanya.
Selanjutnya, bagaimana menata banjir di kota Palembang yang dibelah Sungai Musi ini dan bagaimana menata kemacetan di kota Palembang supaya tidak macet.
“Baru malam ini karena di daulat, baru keluar, wartawan tanya masih saya sembunyikan , tapi malam ini terpaksa keluar ketimbang enggak di hargai di Palembang Brother ini,” katanya.
Dan kota besar seperti Palembang menurutnya, harus tidak ada lagi orang menganggur dan bagaimana untuk menekan angka kejahatan/kriminalitas khususnya narkoba bahkan narkoba sudah masuk rumah.
“Itu misi andalah saya, kembali tadi 100 hari pertama tentunya saya fokus untuk menata kota dulu supaya paling tidak kota Palembang ini berubah, ada enggak ciri kota Palembang ini atau di Jalan Jenderal Sudirman itu sampai ke Jembatan Ampera kalau itu memang bangunan lama harus kita pertahankan , kita kembalikan supaya tertata dengan baik agar angka kemiskinan dan pengangguran bisa ditekan seluruh stekholder , seluruh even-even atau bagian-bagian perdagangan itu bisa berjalan ” katanya.
Namun Mularis mengaku, belum bisa menjawab secara rinci mengenai 100 hari pertama apa yang akan dilakukan namun akan dikembalikan ke 7 misi yang disebutkan tadi dan baru setelah itu apa yang harus dikerjakan dan menjadi skala prioritas kedepan.
“Karena saya masih ada waktu empat bulan untuk membuat visi dan misi sedangkan misi saya yang saya buat adalah berdasarkan input yang di dapat dari berbagai kalangan dari bawah apa-apa yang ada permasalahan di kota Palembang ini,” katanya.
Khusus, anak-anak sungai yang bermuara di Sungai Musi main menyempit dan tertimbun menurut Mularis akibat peta Topigrafinya dilanggar.
“Ini soal berani atau enggak, suatu kepala daerah melaksanakan aturan dan juga masalah pendanaan dan perlu ada kalkulasi perhitungan yang matang ,” katanya.
Dan penataan kota Palembang menurutnya, harus dikembalikan ke konsep awal atau di review ulang bersama-sama DPRD Palembang untuk mengesahkan, asal mau berkerja semua bisa dikerjakan.
Sedangkan untuk menjadikan Palembang sebagai kota internasional menurutnya, harus melibatkan banyak pihak terutama kalangan universitas yang banyak orang pintar yang bisa diajak rembuk membahas hal ini dimana siang ada kegiatan dan malam ada kegiatan sehingga mengurangi angka pengangguran dan dia berharap jangan lagi orang yang tinggal di Palembang ini tidak ada kerjaan dan miskin .
“Ini yang harus dipikirkan kalau ingin Palembang jadi kota internasional, katanya.#osk

Komentar Anda
Loading...