Daftar Tunggu Calon Jamaah Haji dari Luar Jawa Bisa 40 Tahun

10
Ali Taher Parasong

Jakarta, BP

Ketua Komisi VIII DPR RI Ali Taher Parasong menegaskan, jamaah haji ilegal yang ditangkap dan dipulangkan  pemerintah Arab Saudi, karena mereka menggunakan paspor turist dan paspor tenaga kerja  yang tidak terdaftar di Kemenag RI.
 “Jamaah haji illegal muncul lantaran   kuota dari pemerintah sangat terbatas sehingga menggunakan cara lain yang tidak sah,” ujar Ali Taher Parasong di ruangan wartawan DPR, Selasa (14/8)  dalam acaara diskusi  bertajuk Revisi UU Haji dan Umroh Solusi Tertibkan Jamaah Haji Ilegal.
Ali Taher minta Kemenag RI  bekerjasama dengan Kemenlu melobi pemerintah Arab Saudi untuk menambah kuota haji. Sedangkan pihak keimigrasian juga diharapkan bisa mengawasi dan mengontrol jamaah yang hendak bepergian ke Arab Saudi.
Menurut Ali Taher, daftar tunggu bagi calon jamaah antara 35 hingga 41 tahun untuk daerah  luar Jawa, sedangkan di Jawa antara 15  hingga 20 tahun.  Kuota haji yang diberikan  Arab Saudi  231.000 sementara yang antri sekitar 20 jutaan jamaah.
 “Pemerintah Daerah (Pemda) di seluruh Indonesia pun   harus ikut mengawasi jamaah haji,” tambah Ali Taher.
 Menyinggung penipuan umroh yang dilakukan  First Travel, Ali Taher sudah melihat tidak sehat  sejak setahun lalu. Sebab,  biaya umroh hanya dikenakan Rp 14 juta per jamaah, padahal idealnya Rp 26 juta hingga Rp 28 juta.
Dikatakan, jika  pemerintah ingin  perusahaan umroh dan haji  tidak menyimpang,  pemerintah  harus membuat aturan kepada pemilik travel umroh dengan harga    standar minimal dan maksimal.
Wakil Ketua Umum Himpunan Penyelenggara Umroh dan Haji (Himpuh), Muharom Ahmad meminta Kementerian Agama (Kemenag) RI mengoptimalkan haji elektronik atau e-Haj, agar semua jamaah haji terdaftar secara transparan dan lebih tertib.
“E-Haj itu untuk memastikan identitas, kapan keberangkatan, maktab, penerbangan, dan penginapan  untuk mewaspadai perusahaan atau travel  tidak menipu calon jamaah haji yang akan berangkat,” tegas Muharrom. #duk
Baca Juga:  Golkar di Ambang Kehancuran, Airlangga Disomasi
Komentar Anda
Loading...