Dibangun di Jakabaring, PLTS Satu-satunya di Sumatera

9
Asisten Deputi Bidang Kerja Sama MuIitilateraI dan Pembiayaan dari Kementerian Koordinasi Bidang Perekonomian Edwin bersama JCM Indonesia, PDPDE dan tim meninjau lokasi pembangunan PLTS, di Jakabaring, Palembang, Rabu (9/8).

Palembang, BP

Provinsi Sumatera Selatan menginginkan pelaksanaan Asian Games 2018 menjadi ajang pesta olahraga yang Iebih hijau dan berwawasan Iingkungan. Untuk itu, Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) segera dibangun, di Komplek Jakabaring Sport City (JSC) Palembang.
“Sumsel segera memiliki PLTS di Kawasan Komplek Olahraga Jakabaring. Bahkan, PLTS ini satu-satunya yang ada di Sumatera,” ungkap Direktur Utama Perusahaan Daerah Pertambangan dan Energi (PDPDE) Yaniarsyah saat meninjau lokasi, di Jakabaring Palembang, Rabu (9/8).
Menurut dia, pengembangan PLTS di Kawasan Komplek Olahraga Jakabaring melalui Proyek Joint Crediting Mechanism (JCM) memang sebagai salah satu usaha yang mendukung pengembangan konsep Green City, pencegahan perubahan iklim dan juga mendukung pelaksanaan persiapan pesta olahraga yang diikuti 45 negara ini.
“Jadi PLTS ini segera dikejar pembangunannya di Jakabaring. Dengan harapan proyek PLTS ini rampung pada akhir Desember mendatang,” katanya.
Dikatakannya, proyek kegiatan JCM ini merupakan kerjasama antara pihak Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Jepang dalam pembangunan rendah karbon untuk pencegahan perubahan iklim. Kerjasama JCM sendiri sudah berlangsung selama 4 tahun ini.
Asisten Deputi bidang Kerjasama MuIitilateraI dan Pembiayaan dari Kementrian Koordinasi Bidang Perekonomian Dr Edwin Manangsang mengatakan, proyek PLTS Jakabaring ini adalah salah satu dari 30 proyek JCM yang diimplementasikan di Indonesia.
“Saat ini nilai total investasi atas pelaksaan JCM antara Pemerintah Jepang dan Indonesia mencapai 150 juta USD dengan 113 juta USD berasal dari investasi pihak swasta Jepang dan Indonesia dan 37 juta USD merupakan subsidi yang disampaikan oleh Pemerintah Jepang,” ujarnya.
Ia juga menambahkan, poyek JCM yang telah berjalan selama hampir 4 tahun ini, merupakan suatu bukti konkrit keterlibatan sektor industri baik dari pihak swasta, BUMN atau BUMD dalam mendukung penurunan emisi karbon di Indonesia.
Sementara itu, Kepala Sekretariat JCM Indonesia Dicky Edwin Hindarto menambahkan, melaIui proyek ini selain diharapkan mampu menghasilkan Iistrik sebesar 1,6 MW juga mampu untuk menurunkan emisi gas rumah kaca (GRK) sebesar 1.303 ton setara CO2 per tahun.
Dicky mengungkapkan, Jakabaring adalah venue olahraga pertama di Indonesia yang telah mengimpiementasikan green technology yang diharapkan akan memberikan dampak positif bukan hanya pada daerah setempat tetapi juga pencapaian target nasional untuk pengurangan emisi gas rumah kaca.
“Pengurangan emisi yang didapat dari proyek ini adalah contoh nyata keseriusan Indonesia untuk berkontribusi dalam pengurangan emisi global. Selain itu, melalui skema JCM diharapkan juga terjadi transfer teknologi dan keahlian dalam pengembangan teknologi rendah karbon,” pungkasnya. #rio
Baca Juga:  Wabup Petahana OKUT Terancam Gagal Maju Pilkada
Komentar Anda
Loading...