Alex Ajak Masyarakat Tidak Kotori Sungai
Peringati HLHS Tingkat Sumsel
Palembang, BP
Gubernur Sumatera Selatan H Alex Noerdin mengajak masyarakat Sumsel agar tidak mengotori sungai. Untuk masalah kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Sumsel bisa mengatasi itu dan pada 2016 telah terbukti tidak terjadi karhutla, sehingga hal ini juga harus dijaga terus.
“Namun bukan saja usaha jangan terbakar lagi tapi bagaimana menjaga keseimbangan antara kita mengambil dengan memberi kepada alam. Banyak yang harus kita jaga, bukan hanya karhutla saja, tetapi juga jangan mengotori sungai, mencegah banjir dan sebagainya,” tegas Alex di sela-sela peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia (HLHS) tingkat Sumsel, di halaman Plaza Parkir Depan Stadion Utama Jakabaring Sport City (JSC), Rabu (12/7).
Menurut Alex, memang bukan hanya sekadar mencegah karhutla, tetapi ada hal yang harus disiasati bahkan menjadi perhatian bukan hanya Pemprov Sumsel saja, namun seluruh rakyat Sumsel harus mengetahui masalah yang terbesar dihadapi Sumsel dalam waktu dekat ini, adalah kekurangan sumber air baku untuk air minum.
Hal ini, lanjut Alex, disebabkan karena inklusif air laut telah sampai di aliran sungai Benteng Kuto Besak (BKB) dan terus mengalr hingga Ulu, kalau hal ini terus dibiarkan maka tidak dapat memperbaiki daerah tangkapan air di Ulu. “Isu yang lebih berat lagi adalah kelangkaan air baku. Banyak yang harus kita jaga,” ungkap Alex.
Dalam kesempatan ini juga, Alex membacakan isi pidato Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Indonesia Siti Nurbaya Bakar, saat ini Indonesia dihadapkan pada tantangan yang nyata dalam hal perlindungan lingkungan dan alam. Dalam menata hubungan alam dan manusia bukan hanya sekadar pengelolaan sumber daya alam (SDA) untuk tujuan profit manusia, apalagi bila profit itu hanya untuk segelintir manusia saja.
Namun, lanjut Alex, lingkungan dan alam Indonesia membutuhkan perlindungan. Mengingat lingkungan dan alam memiliki arti sangat besar dan bisa dikatakan menentukan hidup manusia, karena fungsi-fungsi alam yang bekerja juga bagi manusia atau sekaligus manusia menjadi bagian dalam landscpae ecology alam tersebut.
Dikatakan Alex, tema ‘Menyatu dengan Alam’ mengingatkan pentingnya akan kewajiban memanfaatkan kekayaan alam karunia Tuhan YME dengan sebaik-baiknya. Berbagai upaya antara lain menjaga siklus air, mengendalikan pencemaran udara, pemanfaatan panas bumi, serta menikmati keindahan alam untuk obyek wisata.
“Semuanya tersedia dalam jumlah melimpah di alam namun dapat habis, bahkan hilang jika kondisi alamnya rusak atau terganggu. Misalnya, air yang dihasilkan dari proses siklus hidrologi di alam sangat tergantung dari keberadaan ekosistem hutan,” tambah orang nomor satu di Sumsel ini.
Dijelaskan Alex , manusia dan alam adalah satu, tidak bisa dipisahkan dari alam. Untuk itu, manusia harus jujur mempersepsikan dan memperlakukannya, juga harus menjaga dari berbagai ancaman, harus mengelola dengan prinsip perlindungan.
“Selain itu, manusia juga harus menata bersama mulai sekarang untuk mengembalikan fungsi alam hutan, lakukan tata kelola hutan yang seharusnya,” jelas mantan Bupati Muba dua periode ini.
Begitupun rakyat, sambung Alex, harus pulihkan sungai-sungai dari pencemaran yang sudah cukup berat. Terlebih, banyak lagi kondisi lingkungan yang harus diberikan perlakuan dengan corrective action. Caranya, dengan satu nafaskan antara perlindungan dan pengelolaan serta jangan dikotomikan investasi dan lingkungan.
Ia juga menambahkan, rusaknya ekosistem hutan atau berkurangnya pepohonan akan mengubah siklus yang terjadi dan berdampak kepada menurunnya jumlah ketersediaan air baik di permukaan maupun di dalam tanah. Demikian halnya dengan wisata alam, fenomena dan keindahan alam yang merupakan hasil proses alam itu akan hilang jika ekosistem terganggu.
Masih dikatakan Alex, inti dari pidato Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Indonesia dapat disimpulkan mencintai alam harus adanya kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga alam. Untuk itu mari kita jaga alam ini dan menyatu dengan alam.
“Kita harus memperlakukan alam dengan baik, jangan hanya mengambil tetapi juga mengembalikan, kalau kita mengambil sumber air bersih, harus diperhatikan supaya ketersediaan air ini tidak berkurang,” tutup Alex. #adv