KPAI Diharapkan Solid dan Kuat

19

Jakarta, BP

Ketua Komisi VIII DPR Ali Taher Parasong menandaskan, masalah perlindungan anak cukup rumit sehingga harus ditangani dengan baik dan tepat oleh orang tua dan negara.

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) perlu melakukan orientasi agar  mampu menyelesaikan persoalan anak 2017-2022.

“Mudah-mudahan kepengurusan  KPAI yang baru  memiliki energi lebih terhadap persoalan masyarakat terkait perlindungan anak,” ujar Ali Taher di ruangan wartawan DPR, Jakarta, Kamis (8/6) usai menetapkan 9 Komisioner KPAI periode 2017-2022.

Baca Juga:  Soal  Pemicu Terjadinya Bencana Alam , Pj Gubernur Sumsel Ingatkan  Ini

Menurut Ali Taher, anggota KPAI baru memiliki banyak pekerjaan rumah (PR) yang harus diselesaikan, karena KPAI lama terkesan tidak harmonis dan tidak solid  menjalankan tugas. Masing-masing anggota bermain sendiri, tidak satu tim sehingga tidak terlalu kuat.

“Saya  berharap KPAI  mampu menjadi tim  solid yang kuat sehingga bisa menjawab semua persoalan  masyarakat yang berkaitan dengan perlindungan anak,” tutur Ali.
Komisioner KPAI terpilih Putu Elvina mengakui masalah anak  adalah masalah  luar biasa, karena potensi mereka untuk menjadi penerus dari generasi bangsa Indonesia.

Baca Juga:  Investor Gerak Cepat

Maka selayaknya mereka tumbuh dalam lingkungan  kondusif terpenuhi hak-haknya dan kemudian terlindungi dari pengaruh  lingkungan, menjaga  keselamatan dan  kesehatan.

Dikatakan, KPAI yang diamanatkan dalam undang-undang untuk melakukan pengawasan terkait penyelenggaraan  perlindungan anak.

“Tentu saja tidak melakukan sendiri, kita butuh satu negara se-indonesia untuk gerakan, mengupayakan, anak-anak indonesia terlindungi,” kata Putu Elvina.

Baca Juga:  Haul  5 Tahun SMB III Berlangsung Khidmat

Kesembilan anggota KPAI itu adalah Ai Maryati Sholihah (pemerintah), Jasra Putra,  (Masyarakat Peduli Anak), Rita Pranawati,  (ormas), Sitti Hikmawatty,  (dunia usaha).

Kemudian, Putu Elvina,  (Masyarakat Peduli Anak),  Susanto,  (tokoh agama), Retno Listriarti,  (pemerintah), Susianah, (tokoh masyarakat) dan Margaret Aliyatul Maimunah, (ormas). #duk

 

Komentar Anda
Loading...