Perbaikan Venue Panjat Tebing Telan Rp10,8 Miliar

16

Palembang, BP

Satu tahun lagi, Sumsel akan menjadi host city pesta olahraga bangsa-bangsa Asia bersama Jakarta. Sejumlah venue pun mulai dibangun seperti bowling, canoe dan tak ketinggalan panjat tebing yang juga akan digeber di Kota Palembang.

Panjat tebing sebagai salah satu cabang olahraga yang akan dimainkan di Bumi Sriwijaya pun mulai melakukan akselerasi pembangunan venue dalam menyambut multi event Asian Games 2018 tersebut dengan menyedot dana sedikitnya Rp10,8 miliar.

Baca Juga:  Russell Salahkan Diri Sendiri Hingga Kehilangan Podium di GP Monaco

Ketua Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Sumsel Iwan Kurniawan mengatakan, Palembang mendapat kehormatan menjadi tuan rumah cabor tersebut. Namun, beberapa konstruksi dari venue itu sendiri masih butuh banyak perbaikan.

“Seperti penambahan tribun, lighting, sound system, dan lain-lain,” terang Iwan, Kamis (30/3)

Lanjutnya, venue yang ada di JSC ini awalnya akan digeser oleh perluasan lapangan tenis. Apalagi, cabor panjat tebing sendiri masih belum masuk rencana akan dihelat di Palembang.

Baca Juga:  Antusias Peserta Gubernur Sumsel Cup 2 Meningkat

“Tapi pihak Pengurus Besar (PB) tak setuju kalau di Jakarta. Sebab, di Jakarta rupanya menggunakan sistem rental. Oleh karena itu kita usulkan kepada Pak Gubernur untuk kita usahakan ambil. Kan kita udah ada venuenya. Dan akhirnya oke,” tuturnya.

Untuk itu, pihak FPTI Sumsel kini tengah berbenah. Biaya perbaikan itu sendiri ditanggung melalui dana hibah Corporate Social Responsibility (CSR) PT Pusri, dengan perkiraan kucuran dana senilai Rp10,8 miliar. Pengerjaan pembangunannya diupayakan bulan Desember harus selesai. Sebab, arahan dari panitia Asian Games 2018, jika venue tersebut akan dipakai maka harus ada tes event sekelas sebelum dikategorikan siap menjadi tuan rumah.

Baca Juga:  Parto dan Zaldi Turun di Porwil

“Kita sudah dapat arahan itu. Mudah-mudahan Desember harus selesai,” tegasnya.

#sug

 

Komentar Anda
Loading...