Alex Minta Bantuan Jokowi Selesaikan 4 Proyek Strategis

17

Palembang, BP

Dari 13 proyek infrastruktur nasional yang dibangun di Provinsi Sumatera Selatan, terdapat empat proyek strategis nasional yang masih menghadapi kendala. Gubernur Sumsel H Alex Noerdin akan meminta bantuan Presiden RI Joko Widodo untuk melancarkan empat proyek strategis nasional itu.

“Ada empat proyek strategis nasional yang masih memiliki kendala. Kita akan minta bantuan Presiden Jokowi,” kata Alex pada rapat membahas proyek-proyek strategis nasional di Sumsel, di Griya Agung Palembang, Sabtu (18/3) malam.

Dikatakan, seperti halnya RSUD Provinsi Sumsel, secara keseluruhan bisa diselesaikan pada 2018. Bahkan, 2017 sudah bisa beroperasi, meski pembangunan belum 100 persen selesai. Progres saat ini, pembangunan fisik menggunakan APBD Rp49,5 miliar sampai selesai 2017. Kebutuhan alat kesehatan (alkes) totalnya mencapai Rp900 miliar, yang dipenuhi dari APBD Sumsel di 2017 sebesar Rp98 miliar dan proyeksi dari APBD pada 2018 sebesar Rp100 miliar.

Baca Juga:  DPRD Sumsel Periode 2019-2024   Dapat Jas Baru

“Masalahnya, masih diperlukan anggaran Rp800 miliar untuk alkes, akan dipenuhi secara tahun jamak. Juga perlu dukungan formasi SDM untuk operasional rumah sakit, mengingat dibutuhkan operasional untuk pelayanan kesehatan menjelang Asian Games 2018 mendatang,” tegasnya.

Alex menambahkan, untuk pembangunan KEK TAA dan Tanjung Carat, progres pembebasan lahan hingga 2016 lalu mencapai 66,13 hektar dari total 217 hektar yang mesti dibebaskan seluruhnya. Sisa 150,87 hektar yang belum dibebaskan, direncanakan dibebaskan di 2017, namun melalui pihak swasta yakni PT Sriwijaya Tanjung Carat.

“Ini akan dibahas terlebih dahulu di APBD-Perubahan, terkait dana yang diperlukan untuk pembebasan lahan tersebut,” kata orang nomor satu di Sumsel ini.

Baca Juga:  Kejari Palembang Musnahkan Ribuan Handphone dan Laptop Impor Selundupan

“Selain itu, kendala lainnya yakni progres kawasan Tanjung Carat belum terintegrasi dengan KEK TAA. Sudah diusulkan kepada Dewan Nasional KEK agar Tanjung Carat dimasukkan ke dalam kawasan KEK TAA,” jelasnya.

Diakui Alex, di tengah kondisi ekonomi saat ini sedang sulit berbagai proyek pembangunan, khususnya di bidang infrastruktur di Sumsel terus bergulir. Menurutnya, secara garis besar berbagai proyek strategis nasional di Sumsel tidak ada masalah, karena setiap kendala yang dihadapi segera dicarikan solusi.

“Mulai dari pembangunan fasilitas penunjang Asian Games 2018, pembangunan KEK TAA, hingga berbagai proyek prioritas nasional di Sumsel lainnya, terus kita upayakan berjalan lancar dan sesuai harapan,” tutur Alex.

Alex menambahkan, dari 13 proyek pembangunan infrastruktur nasional yang saat ini tengah dikerjakan, sembilan di antaranya tidak ada kendala dan sudah berjalan sesuai target.

Baca Juga:  Alex Noerdin: Di Mana pun, Masyarakat Sumsel Harus Bersatu

Sementara itu, Kepala PMU KEK TAA Regina Ariyanti menjelaskan, Detail Engineering Design (DED) dan Feasibility Study (FS) pelabuhan sudah selesai 2016 lalu. Pelindo II meminta ada penugasan melalui perpres tentang pengelolaan pelabuhan Tanjung Carat.

Rekomendasi reklamasi Tanjung Carat, sambungnya, masih dilakukan revisi karena ada perubahan kewenangan. Sebelumnya, wilayah hingga 4 mil dari batas darat ke laut merupakan kewenangan bupati. Namun, berdasarkan UU Nomor 23 tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah, hingga batas 12 mil dari batas darat menuju laut merupakan kewenangan Gubernur Sumsel.

“Inilah yang diminta KKP (Kementerian Kelautan dan Perikanan-red) untuk direvisi. Kami sudah mengajukan revisi untuk rekomendasi reklamasi ke KKP,” pungkasnya. #rio

 

Komentar Anda
Loading...