Butuh Perbaikan Rumah Dinas, Dikasih Rumah Baru

34
Danlanud Sri Mulyono Herlambang (SMH) Palembang Kol (Pnb) Ronald Lucas Siregar

Palembang, BP

 
Komandan Pangkalan Udara (Danlanud) Sri Mulyono Herlambang (SMH) Palembang  Kol (Pnb) Ronald Lucas Siregar mengatakan pihaknya mendapatkan alokasi rumah dari Kementerian Pertahanan (Kemenhan) proyek kerjasama dari Kementerian PU Pera pembangunan sejumlah  rumah dinas baru.
        “Tapi yang saya butuhkan bukan rumah baru tapi renovasi rumah  dinas anggota, tapi mereka bilang ini harus rumah baru yang sudah dibuatkan rumah baru, sedangkan untuk perbaikan rumah dinas kita cari yang lain,” katanya, Minggu (15/1).
        Menurutnya rumah dinas yang perlu perbaikan tersebut dibangun tahun 1930 atau 1940, ”Bisa dilihat sendiri kualitas temboknya seperti apa, mungkin kalau ada developer disuruh bangun seperti itu nyerah dia, tekor, bahannya sangat kuat dan kokoh,” katanya.
        Rumah dinas baru tersebut kini siap pakai dan tinggal menunggu PDAM, ”Listrik sudah masuk tinggal air yang belum, jadi kita nunggu air. Kalau airnya sudah ada, anggota bisa menempati,” katanya
        Selain itu pihaknya berencana akan miliki museum angkatan udara sebagai wisata edukasi masyarakat dan termasuk yang pertama di Pulau Sumatera.
“Rencana pendirian museum angkatan udara adalah salah satu upaya kami memaksimalkan wilayah pangkalan udara Sri Mulyono Herlambang (SMH) guna memberikan wisata baru bagi masyarakat Palembang dan Sumatera Selatan,” katanya.
Saat ini pihak Lanud sedang memproses pencarian dana di samping mengumpulkan dokumen-dokumen bersejarah seperti lembaran koran dan foto serta data-data lainnya. 
Pihaknya tengah berupaya memperbaiki infrastruktur yang ada dan merenovasi beberapa infrastruktur bersejarah dengan mencari bahan bangunan  yang mirip aslinya.
Salah satu bangunan yang menyimpan sejarah panjang pangkalan udara adalah gedung lengkung di sisi landasan lama atau bandara Talang Betutu yang sekarang berganti nama menjadi Bandara Sri Mulyono Herlambang di mana kondisinya tak terawat serta ditumbuhi rumput liar. 
“Mengenai gambaran bentuk dan konsep museum belum ditentukan, namun kalau melihat Museum Dirgantara Mandala di Yogyakarta di mana ada hanggar serta mampu menampung alutsista, mungkin kurang lebih seperti itu, hanya agak lebih kecil,” katanya.
Dijelaskannya, landasan udara Sri Mulyono Herlambang merupakan salah satu yang tertua di Pulau Sumatera, mengingat fungsi strategis pada masa pendudukan Belanda waktu itu.
“Sehingga perlu adanya edukasi bagi generasi penerus bahwa pangkalan udara tersebut memiliki sejarah panjang dan tak boleh dilupakan,“ katanya.#osk
Baca Juga:  SIT Bina Ilmi Gelar Haflatu Tilawati Wa Hifzhil Qur'an
Komentar Anda
Loading...