Golkar Optimis Pertumbuhan Ekonomi Naik Signifikan

15
Melchias Markus Mekeng

Jakarta, BP

 Fraksi Partai Golkar (FPG) DPR RI optimis pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2018  mengalami pertumbuhan siginifikan dari 5,1 % menjadi 5,8 %. Bahkan Presiden Jokowi menargetkan 6%  pada  2018, meski kondisi perekonomian dunia masih mengalami kelesuan. Termasuk terpilihnya Donald Trump sebagai Presiden AS dan ancaman makar di dalam negeri.
“Kelesuan ekonomi global dan ancaman makar di dalam negeri tidak akan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi nasional, karena potensi di dalam negeri memang kuat. Terbukti,  saat krisis dunia 1998, Indonesia, China dan India adalah sebagai negara yang perekonomian survive, tetap kuat dan tumbuh dengan baik,” tegas Ketua Komisi XI DPR Fraksi  Partai Golkar,  Melchias Markus Mekeng  di Gedung DPR RI Jakarta, Rabu (14/12).
Markus Mekeng  didampingi Ketua FPG DPR RI Kahar Muzakir, Sarmudji menyatakan, pada  prinsipnya kalau Presiden Jokowi optimis,  Golkar juga optimis. Soalnya,  kenaikan 1%  membutuhkan uang sekitar Rp 800 triliun hingga Rp 1 triliun. Kebutuhan finansial itu akan  diambil dengan cara, pemerintah harus mengoptimalkan investasi dan ditopang  BUMN, penegakan hukum terhadap berbagai jenis pungli. “Sebab BKPM  hanya Rp 100 triliun setahun,” katanya.
Menurut Mekeng, kalau hanya mengandalkan APBN Rp 2.000 triliun  sangat berat. Untuk pinjam Rp 2.000 triliun bagi Indonesia sangat mudah, karena Indonesia  dipercayai dunia. Tapi, pinjaman itu   berbunga. “Jadi, tantangan itu  akan dirumuskan  Golkar untuk mendukung program pertumbuhan ekonomi pemeirntahan Jokowi-JK,” papar Mekengtung.
Soal ancaman makar dan demo  yang cukup mengkhawatirkan bagi investor kata   Mekeng dan Muzakir,  tidak akan menggangu perekonomian nasional. Soalnya, di negara demokrasi,  demo dan ancaman makar biasa. Sejak dulu ada DII, NII, dan TII, tapi pemerintahan tetap jalan. Yang penting aman dan pertumbuhan ekonomi  untuk kesejahteraan rakyat.
Untuk itulah lanjut Mekeng,  Golkar akan menggelar seminar ‘Outlook Ekonomi 2017 dengan tema “Memantapkan Konsolidasi Fiskal, Mengakselerasi Pertumbuhan Berkeadilan” di Jakarta,  Kamis (15/12) yang akan dihadiri   Sri Mulyani, Airlangga Hartatrto, Archandra Tahar, Tony Prasetyono (UGM), Bustanul Arifin, Enny Sri Hartati (Indef), Tanri Abeng, dan Purbaya Yudi Sadewa. #duk
Baca Juga:  Demokrat Palembang Pastikan Konfigurasi Bacaleg  90 Persen Fix 
Komentar Anda
Loading...