Sumsel Waspada Kejahatan ‘Skimming’

13
unnamed
ilustrasi

Palembang, BP

Sejumlah nasabah mendatangi Kantor Cabang Bank Rakyat Indonesia (BRI) di Jalan Pejanggik, Mataram. Hal tersebut dilakukan setelah uang dalam rekening nasabah tiba-tiba lenyap. Rekening nasabah tersebut diduga telah dibobol maling melalui pencurian data (skimming) melalui ATM.

Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) BRI Palembang Edy Priyono mengatakan kejadian ini menjadi pelajaran pihaknya, termasuk semua bank, terlebih belajar dari pengalaman yang sudah-sudah para pelaku juga mengincar pemilik ATM dari luar (wisatawan), pelakunya pun pernah tertangkap berasal dari Eropa Timur.

“Jelang Asian Games ini tentunya kami sangat mengintensifkan pengawasan di ATM. Terlebih dari yang sudah pernah tertangkap, pelaku ini sebenarnya mengincar korban yang berasal dari luar, yang kebetulan menjadi wisatawan, kejadian ini pun membuat kami makin waspada,” kata dia, Jumat (28/10).

Baca Juga:  Diduga TPPU, Titan Group Diminta Hengkang dari Sumsel

Dikatakan, upaya yang dilakukan pasca kejadian di Mataram menurut dia, pihaknya makin memperketat pengawasan dan sterilisasi ATM. Melakukan tindakan patroli rutin lebih intensif, terutama membersihkan kemungkinan ada alat-alat pencurian data (skimming) maupun jika ada kamera yang menempel pada ATM.

“Kami terus menyosialisasikan kepada nasabah untuk bertransaksi di ATM lebih hati-hati, setidaknya melihat-lihat di permukaan tombol PIN jika ada kamera dan sebagainya, selain itu tidak memberikan PIN ATM kepada siapapun, termasuk tidak menghubungi call center yang mencurigakan, atau yang sengaja di tempel pelaku kejahatan di ATM,” katanya.

Edi mengakui, di Sumatera Selatan (Sumsel) hingga saat ini belum ada tindak kejahatan menggunakan data skimming. Pernah di Kayuagung terjadi, namun yang menjadi korban adalah perbankan sendiri. Melalui ATM, pelaku menarik uang namun tidak tercatat ditransaksi.

Baca Juga:  SKK Migas Perkuat Komitmen Penegakan Integritas

“Tentunya, jelang Asian Games makin banyak tamu dari luar, kami selaku lembaga keuangan yang sangat melayani nasabah akan terus melakukan patroli terhadap ATM yang kemungkinan menjadi objek pelaku kejahatan ini,” tukas dia.

Pihak perbankan lainnya, CEO BNI Kanwil Palembang Ryanto Wisnuardhy mengatakan, pada Bank BNI sendiri pihaknya belum menemukan kejahatan serupa di Sumsel. Namun pihaknya pun terus berupaya untuk mendorong keamanan nasabah lebih baik.

“Kami juga prihatin dengan kejadian ini, namun tidak sebatas itu, kami juga ikut waspada. Apalagi dengan kondisi Palembang akan menjadi tuan rumah Asian Games, tentunya transaksi semakin tinggi, termasuk rekening luar yang digunakan turis saat berkunjung,” katanya.

Baca Juga:  General Manager Pertamina Tetap Pimpin Upacara

Ryanto pun tidak menampik, jika pelaku kejahatan jenis ini mengutamakan mengincar rekening tebal, yang berasal dari luar. Ini terbukti dengan pelaku yang ditangkap adalah berasal dari luar dan korbannya banyak nasabah dari luar Indonesia.

“Incaran pertamanya ini diyakini adalah rekening dengan jumlah besar, dan pelakunya ini sudah sindikat. Namun kami juga selalu waspada dengan tidak kejahatan dari domestik, yang setiap saat bisa terjadi saat lengah,” tukas dia. #ren

Komentar Anda
Loading...