Isu Nepotisme Merebak di Pemilihan Sekda

12

126073_03575411022015_RENCANA_SENTRA_BATU_AKIKPalembang, BP

Mencuat kabar dari sejumlah kalangan pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Palembang jika pemilihan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Palembang yang baru, sarat akan nepotisme dan bersifat formalitas belaka. Sumber yang tidak ingin dikutip namanya menyebutkan jika telah ada nama yang diusulkan Walikota Palembang Harnojoyo.

Sumber menyebut, pemilihan Sekda ini salah satu faktor kekeluargaan dan kepentingan Pilkada serentak 2018 berperan kuat. Bukan itu saja, bahkan mencuat kabar jika sejumlah pejabat yang mendaftar hanya ikut-ikutan saja, padahal kompetensi dan syarat sudah jelas-jelas tidak memenuhi.

Terkait hal ini, Asisten I Sekretariat Daerah (Setda) Harobin Mustafa yang mendaftar lelang internal Sekda Palembang membantah jika dirinya adalah keluarga dekat Harnojoyo dari Tanjung Sakti, Lahat. Harobin disebut-sebut adalah Paman dari Harnojoyo.

“Saya bukan keluarga Harnojoyo, saya kenal dengan Walikota belum lebih dari dua tahun, tapi memang kami satu daerah. Namun sekarang, jika orang itu mampu dan kompeten apakah akan melihat faktor kedaerahan?,” katanya.

Harobin mengaku dirinya sudah memiliki pengalaman yang cukup untuk mengemban jabatan Sekda Kota Palembang secara profesional. “Secara kompetensi saya meyakini jika persyaratan sudah mencukupi.  Namun jika ada beberapa calon hanya ikut-ikutan dan tidak mencukupi syarat itu bisa saja terjadi, namun kembali lagi tentang pemakluman bagi mereka yang ingin menjabat,” katanya.

Baca Juga:  Rapat Gabungan Mengangkat Tiga Wakil Ketua MPR

Harobin tidak menampik jika dirinya mendapat dukungan dari berbagai pihak dan dianggap berpeluang besar menjadi Sekda, hanya saja dirinya menyerahkan sepenuhnya pada proses seleksi.

Harobin diketahui masuk ke lingkungan Pemerintah Kota Palembang, sekitar November 2015 pasca Harnojoyo dilantik definitif dari Plt Walikota Palembang. Saat itu Harobin ditarik dari Staf Fungsional Pemkab Banyuasin.

Harobin kemudian menjabat sebagai Asisten I Pemerintah Kota Palembang menggantikan Shinta Raharja yang hijrah ke Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Kota Palembang. Hingga akhirnya jabatan tersebut bermasalah, hingga ke meja Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN).

Saat itu, KASN menganggap Harnojoyo telah melakukan pelantikan eselon II tanpa memenuhi prosedur dan ketentuan UU nomor 5 tahun 2014 tentang ASN. Pengangkatan pejabat dinilai salah karena tanpa menggunakan sistem promosi jabatan yang diamanatkan UU.

Baca Juga:  Kasus DBD Turun Selama Februari

Permasalahan tersebut kemudian berujung pada proses asesment yang melibatkan sejumlah lembaga tinggi negara lainnya seperti Kemendagri, BKN RI dan Kemenpan RB. Harobin kumudian menjabat lagi sebagai Asisten I dengan nilai tertinggi, setelah sejumlah pejabat sebelumnya banyak yang memilih tidak ikut assesment.

Penyeleksian atau fit and profer test calon Sekda Palembang akan dilakukan 10 Agustus 2016 mendatang. Proses fit and profer test calon Sekda Palembang dilakukan tiga orang dari Universitas Sriwijaya (Unsri) dan 2 orang dari Pemprov Sumsel termasuk Sekda Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) H Mukti Sulaiman.

Memasuki detik-detik terakhir pendaftaran lelang jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Palembang, Panitia Seleksi (Pansel) mulai diramaikan kandidat  Sekda yang mendaftar. Sampai Rabu (3/8) sudah ada 7 kandidat yang resmi mendaftar. Pendaftaran sendiri baru akan berakhir pada Jumat (5/8) besok.

Ketujuh kandidat tersebut adalah Kepala BPM-PTSP, Ratu Dewa, Asisten 1 Harobin Mustafa, Staf Ahli Sudirman Tegoeh, Kepala Disnaker Isnaini Madani, Staf Ahli Ana Heriyana, Kepala BKD Kurniawan  dan Kepala Dinas Sosial, Faizal AR.

“Hingga hari ini (kemarin, red) sudah ada 7 pejabat yang mendaftar untuk bertarung memperebutkan kursi Sekda Palembang,” kata Ketua Panitia Administrasi, Imam Hadiyat usai menerima berkas pendaftaran Asisten I Harobin Mustafa, kemarin.

Baca Juga:  Staf Ahli Walikota Perkirakan Investor Makin Ramai 2016

Setelah pendaftaran ditutup, lanjut dia, pada 5 Agustus mendatang, pansel akan melakukan verfikasi berkas. Setelah itu, akan dilakukan fit and proper test. Kemudian pansel akan menyerahkan 3 nama kepada Walikota Palembang.
Sementara itu, Asisten I Setda Kota Palembang, Harobin Mustafa bertekad akan mendukung menyukseskan berbagai program jika dipercaya menjadi Sekda Palembang. Di antaranya, mewujudkan Palembang EMAS 2018.

“Yang kedua menyukseskan Asian Games 2018 karena Palembang sebagai tuan rumah dan yang terakhir tentu pilkada serentak yang akan berlangsung 2018. Tiga program ini akan kami sukseskan,” katanya.

Dia menambahkan, sebagai Sekda yang paling penting dapat memahami tugas dan fungsi serta sejalan dengan Walikota Palembang. “Dengan itu maka roda pemerintahan akan berjalan dengan baik, Sekda adalah jabatan karir bukan jabatan politik. Jadi sebaiknya seorang Sekda harus memiliki rekam jejak yang jelas,” katanya.#osk/ren

 

 

Komentar Anda
Loading...