Anggaran Pertanian Sumsel Tahun 2016 Naik Jadi Rp1,2 Triliun

Palembang, BP
Wakil Ketua Komisi II DPRD Sumsel yang juga Ketua Dewan Pembina DPD Partai Gerindra Sumsel DR H Budiarto Marsul mengatakan kalau anggaran pemerintah daerah untuk sektor pertanian di Sumsel berkisar Rp80 sampai 90 miliar per tahun.
“Tahun 2015 yang lalu anggaran pertanian kita dari Rp80 miliar menjadi 800 miliar, tahun 2016 ini naik lagi Rp1,2 triliun , Sumsel belum pernah mendapatkan anggaran pertanian yang luar biasa seperti ini,” katanya di acara silaturahmi Partai Gerindra Sumsel di kediamannya, Senin (11/7).
Kini di Sumsel sudah banyak alat-alat pertanian, traktor tangan, alat pengering padi, alat perontok padi, dan sebagainya.
Ketua Komisi IV DPR RI Edhy Prabowo mengatakan, alokasi anggaran tersebut diperuntukan mekanisasi pertanian, karena sumber daya manusia di sektor pertanian sudah tidak banyak angkatan muda mau menjadi petani, sehingga usia petani di atas rata-rata sudah 40 tahun.
“Dengan begitu salah satunya alternatif bagaimana mendorong, di sisi lain diminta untuk meningkatkan produktivitas, menghasilkan pangan supaya menunjang swasembada pangan,” katanya.
Menurutnya jika membangun generasi pertanian masih butuh waktu, makanya dilakukan dengan by pass mekanisasi pertanian.
“Salah satu anggarannya dialokasikan untuk itu,” katanya.
Kemudian anggaran itu dialokasikan untuk cetak sawah yang ditargetkan pada tahun 2016 seluas 200 ribu hektare, tetapi karena kekurangan anggaran dipotong menjadi sekitar 150 ribu ha.
“Dari jumlah tersebut realisasi sampai Juni 2016 ini untuk cetak sawah itu sekitar 80 ribu ha yang sudah tercapai, tinggal kita dorong,” katanya.
Kemudian anggaran lainnya untuk perkebunan rakyat, yaitu pembangunan kebun-kebun yang sekarang sudah taraf tua seperti karet, sawit, kakao, kopi, cengkeh, termasuk jeruk merupakan andalan masyarakat pertanian.
Selanjutnya hal-hal lain ada pergeseran anggaran ke mina padi yaitu program pembangunan pertanian tumpang sari dengan ikan.
“Ini kita harapkan kalau di Jawa kita paksakan hasilnya begitu-begitu saja, makanya pendapatan petani mentok. Kita harapkan dengan uji coba 10 ribu ha di Jawa menjadi prioritas, karena lahan irigasi teknisnya paling siap dan menambahi pendapatan petani,” ujarnya.
Menurutnya gebrakan ini baru uji coba dulu targetnya nanti bisa ratusan ribu ha, karena irigasi dari delapan juta sekitar, empat juta ha di antaranya adalah irigasi teknis.
“Mina padi ini di Sumsel sangat punya potensi seperti di Ogan Komering Ulu Timur, karena mempunyai irigasi teknis kemudian di Musirawas,” katanya.#osk