Bangkitnya Komunisme Karena Fasilitas Pemerintah

29
IMG-20160623-03663
Suasana Dialog Kebangsaan Bersama Mayjen ((Purn) Kivlan Zen yang digelar Lintas Politika, Kamis (23/6), di Hotel Amaris Palembang.

Palembang, BP

Bangkitnya komunisme di Indonesia tidak sekonyong-konyong hadir. Tetapi akibat fasilitas yang diberikan pemerintah berikan. Bahkan struktur PKI sudah terbentuk hingga ke desa.
Hal ini terungkap saat Dialog Kebangsaan Bersama Mayjen ((Purn) Kivlan Zen Benarkah PKI Bangkit, yang digelar oleh Lintas Politika, Kamis (23/6), di Hotel Amaris Palembang.
Dalam diskusi terbatas tersebut Kivlan mengatakan, kehadiran komunisme tak lain akibat pemerintah memberi angin segar, ini terlihat dari simposium yang digelar di Jakarta di salah satu hotel.
Di hotel tersebut, digelar simposium yang menghadirkan para eks PKI serta keluarga PKI. Beberapa putusan yang penting di antaranya meminta pemerintah secara resmi meminta maaf kepada eks PKI. Juga meminta agar pemerintah memberikan kompensasi kepada korban. Mereka minta kompensasi sebesar Rp3 miliar untuk 3 juta orang.
Ia mengatakan yang bahaya ketika pemerintah meminta maaf secara resmi. Bila ini terjadi mereka akan bangkit. Komunisme akan bangun dan ada di mana-mana. Apalagi  PKI sudah terbentuk di kota hingga desa.
PKI sudah terbentuk sangat rapi dari pusat, provinsi, kecamatan, hingga kelurahan dan desa. Nah, ketika maaf diberikan, bendera akan berkibar. Mereka akan mendaftarkan diri ke Menkumham. PKI pun terdaftar dan bisa ikut pemilu.
Ini yang berbahaya kata Kivlan. Parahnya, kata Kivlan, PKI sudah masuk semua lini. Dari Mahkamah Agung, partai politik, KPK hingga lembaga pemerintah lainnya. Ia mengatakan ketika komunisme sudah masuk melalui dan menggunakan demokrasi ini berbahaya. Mereka akan menghapus larangan terhadap PKI. Mereka akan merubah undang-undang dasar.
Bila ini terjadi bulan tidak mungkin akan terjadi perpecahan.akan terjadi kudeta. “Tidak perlu minta maaf kepada PKI. Kalau mau ya minta maaf kesemua kejahatan yang terjadi. Bukan hanya kepada PKI saja. Itu saya setuju,” katanya.
Toh, kata Kivla,n eks dan anak keturunan PKI sudah bisa masuk disegala lini. Baik pemerintahan, politik, maupun lainnya. Dengan demikian tidak perlu ada permintaan maaf secara khusus.
Sementara itu Asisten IV Pemprov Sumsel Joko Imam Santoso mengatakan Lintas Politika selalu menggelar acara yang bergengsi. Ini dilihat dari dialog yang selalu digelar dan yang diundang pun berkelas. Apalagi saat ini ada di samping narkoba, korupsi, anarkisme menjadi musuh bangsa.
Untuk itu ke depan ia mengajak Lintas Politika menggelar acara lebih besar lagi dan lebih banyak.#osk
Baca Juga:  Ungkap Narkoba, Polda Sumsel Peringkat Kedua
Komentar Anda
Loading...