Tren Baru, Lawan SFC Bertahan Total
Asah Taktik Bongkar Pertahanan
Palembang, BP
Sriwijaya FC sudah tiga kali menjalani partai kandang. Dua dari partai ini, tim tamu bermain sepakbola negatif atau parkir bus.
Tim tamu jelas terlihat hanya ingin mencuri satu poin dan tidak berhasrat untuk mencetak gol sama sekali.
Hampir 10 pemain berada di daerah pertahanan. Satu striker berada tepat di garis tengah lapangan. Permainan ini mulai terasa saat menjamu Mitra Kukar di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang, Minggu (29/6).
Pemain Naga Mekes yang menumpuk pemain di lini pertahanan membuat pemain SFC kewalahan untuk mencetak gol, hingga skor berakhir tanpa gol.
Melawan PSM Makassar, Sabtu malam (18/6) hampir sama. Nyaris seluruh pemain tim berjuluk Juku Eja ini menunggu di areanya. Bahkan dalam partai ini, tak satu peluang pun diciptakan tim tamu. Mereka lebih suka menunggu ketimbang keluar menyerang.
“Yah mereka sepertinya cuma ingin mendapatkan satu poin, mereka memang tidak ingin mencetak gol, itu sah saja, itu pilihan dalam sepakbola,” kata Pelatih SFC Widodo Cahyono Putro, Minggu (19/6).
Tak ada yang perlu dikeluhkan dari permainan parkir bus dua tim tamu sebelumnya. Anak asuhnya kini sudah mengetahui bila permainan seperti itu mungkin akan kembali terjadi nantinya.
Pemain harus siap akan kondisi itu, pemain harus lebih kreatif lagi dalam menyerang. Pemain harus dapat menerobos pertahanan yang tebal dibangun tim tamu nantinya.
“Kita selalu mengandalkan umpan pendek, kalau lawan PSM Makassar selalu gagal karena rapatnya pemain lawan,” ucapnya.
Ketika masuknya bek Mauricio Leal, serangan udara menjadi andalan. Itu salah satu bentuk untuk langsung menusuk pertahanan lawan. Hasilnya cukup positif, dan hal inilah yang tidak didapat saat menjamu Mitra Mukar, Minggu (29/5) lalu.
“Pemain harus latihan bagaimana membongkar pertahanan lawan yang rapat,” jelasnya.
Taktik, strategi, kesabaran, kerja keras, akan sangat menentukan hasil akhir pertandingan akan seri atau berakhir pada kemenangan saat menghadapi tim dengan total bertahan.
Pemain harus dapat menguasai dan mengendalikan hal tadi, termasuk emosionalnya, jangan sampai malah merusak permainan.
Untuk diketahui, dari ketiga partai kandang SFC tadi, hanya Madura United saja yang bermain normal. Baik SFC atau pun Madura United sejak menit awal bermain terbuka dan saling jual beli serangan.
Permainan pun sangat menghibur, dan SFC menang besar dalam partai ini dengan skor 5-0. Tapi sayang setelah itu, tim tamu lebih suka menunggu di daerahnya dan enggan menekan. #zal