Tanda Kelulusan dan Ijazah Bayar Rp250 Ribu

16

ijazahMuaradua, BP

Memalukan apa yang dilakukan oleh  ulah oknum Sekolah  SMPN 3 Muaradua Kisam, Kabupaten OKUS.

Pihak sekolah memanfaatkan kesempatan kelulusan anak-anak didiknya untuk menarik uang Rp250 ribu per murid yang menempuh ujian.

Beberapa murid yang tidak mampu untuk membayar uang yang telah ditetapkan tersebut. terkena ancamaan tidak bisa menerima tanda kelulusan.  Bahkan beberapa siswa ini terancam tidak mendapatkan ijazah.

Salah satu sumber, Ario, menyayangkan ulah yang dilakukan oleh pihak sekolah tersebut sangat mencoreng dunia pendidikan, khususnya pendidikan Kabuapten OKUS.

Baca Juga:  Perbaikan Infrastruktur di Wilayah Lahat dan Empat Lawang Rp 57 Miliar

“Perbuatan sekolah SMPN 3 Muaradua Kisam  ini tidak bisa dibenarkan. Kepala sekolah macam ini harus diberi sangsi oleh Dinas Pendidikan Kabupaten OKUS dan Inspektorat harus mengambil tindakan, “sesalnya.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Zulfakar Dhani, SSos  ketika dimintai keterangan mengatakan pihaknya sudah melakukan pemanggilan kepada Kepala Sekolah dan dewan guru sekolah tersebut, untuk dimintai keterangan terkait adanya pungli terhadap murid kelas III disekolah SMP yang dimaksud.

Baca Juga:  Update 12 Juni: Pasien Covid-19 di Sumsel Tembus 1.304 Jiwa

“Setelah kita lakukan pemanggilan memang ada pungutan uang untuk anak-anak kelas tiga, “terangnya, Selasa (14/6).

Menurut dia, pungutan yang dilakukan oleh pihak sekolah SMPN 3 Muaradua Kisam diketahuinya melalui media sosial.

“Saya terkejut setelah membaca di medsos ada postingan yang menerangkan sekolah itu melakukan pungutan, makanya kita panggil, “ujar dia.

Namun sangat disayangkan ketika disinggung mengenai. Apakah ada tindakan tegas dari Dinas Pendidikan terhadap pihak sekolah tersebut?. Zulfakar Dhani tidak memberikan keterangan yang memuaskan.

Baca Juga:  Ikuti Sidang di PN Palembang, KPU Sumsel Ambil Alih Tugas KPU Palembang

“Masalah ini sudah kita selsaikan secara kekelurgaan, dan sudah kita lakukan pembinaan terhadap Kepala Sekolah dan dewan gurunya, “cetusnya. #bob

Komentar Anda
Loading...