Alex dan Gubernur Australia Barat Tingkatkan Kerja Sama

45

ALEX AUSTRALIAPerth, BP

Dalam rangkaian kunjungan ke Australia, Gubernur Sumatera Selatan H Alex Noerdin dan rombongan sempat diterima Gubernur Australia Barat Kerry Sanderson.

Usai melakukan penandatanganan nota kesepahaman atau MoU antara Perusahaan Daerah Pertambangan dan Energi (PD PDE) Sumsel dengan Oropesa Port Management Pty Ltd, Selasa (31/5) waktu Australia, Gubernur Alex Noerdin bersama rombongan yang terdiri atas Direktur PD PDE A Yaniarsyah Hasan, staf khusus Muhamad Jhonson, dan Konsul Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Perth Ade Padmo Sarwono bertemu di kantornya.

Dalam pertemuan antara Gubernur Alex Noerdin dan Gubernur Kerry Sanderson dibicarakan berbagai rencana kerja sama antara Sumsel dan Australia Barat, yang telah dimulai dengan penandatangan MoU kerja sama Oropesa Port Management Pty Ltd dan PD PDE Sumsel.

Baca Juga:  Berkah Ramadan, DPC PKS Kalidoni Bagi-bagi 500 Takjil

Seperti ditulis dalam website KJRI Perth, Gubernur Australia Barat Kerry Sanderson yang pernah menjadi CEO Fremantle Port juga memberikan dukungan terkait kerja sama tersebut.

Gubernur wanita pertama di Australia Barat tersebut mengharapkan kerja sama yang telah dijalin dapat mendorong interaksi yang lebih meningkat antara Sumsel dan Australia Barat.

Gubernur Australia Barat  juga terkesan dengan program-program pembangunan di Sumsel yang dijelaskan Alex Noerdin, pendidikan dan pelayanan kesehatan gratis bagi rakyat Sumatera Selatan.

Baca Juga:  Alex Datang, Indonesia Raya Berkumandang di Sepang

Sebelumnya, bertempat di kantor Oropesa Port Management yang terletak di 221 George Terrace, penandatanganan MoU tentang feasibility study atau FS ditandatangani A Yaniarsyah Hasan Direktur Utama PD PDE dengan Captain Mick Edwards CEO Oropesa Port Management.
Menurut Leny Maryouri staf khusus Gubernur Sumsel, penandatangan disaksikan Gubernur Sumsel Alex Noerdin, Ade Padmo Sarwono Konsul Jenderal RI di Perth dan Astrid Vasile Regional Director  Indonesia Diaspora Business Council di Australia.

Leny Maryouri menjelaskan, penandatangan MoU tersebut adalah tindak lanjut program kerjasama yang akan dilakukan antara Pemerintah Australia Barat dan Pemerintah Provinsi Sumatra Selatan dengan difasilitasi KJRI Perth dan mendapat dukungan Indonesian Diaspora Business Council.

Baca Juga:  Pertamina Zona 4 PRabumulih Field Berhasil Tingkatkan Produksi Gas di Desa Lecah, Muara Enim

“Setelah MoU ini Oropesa Port Management Pty Ltd yang akan membuat feasibility study atau FS yang mencakup 13 poin yang tertuang dalam kesepakatan.  Targetnya  pada 31 Agustus 2016 laporan kemajuan FS akan disampaikan kepada Gubernur Sumsel dan 31 Agustus 2017 merupakan target paling akhir FS selesai,” kata Leny Maryouri. #rel/osk

Komentar Anda
Loading...