STP Percepat Pengembangan Peternakan dan Pertanian

29

berita33961Palembang, BP

                Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan bersama Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) melakukan kerja sama pengembangan Science Techno Park (STP) Sumsel. Hal ini dalam rangka mempercepat alih teknologi hasil penelitian dan pengembangan serta hilirisasi Ilmu pengetahuan dan teknologi khususnya di bidang pertanian dan peternakan.

Dirjen Kelembagaan Iptek Kemenristekdikti, Patdono Suwignjo mengatakan,  pengembangan STP di Sumsel ditetapkan terfokus pada peternakan dan pertanian. Riset pertanian yang ada, seperti di Universitas Sriwijaya, akan dihilirkan di STP. Sehingga akan melahirkan pengusaha pertanian dan peternakan berbasis teknologi yang akan memberikan dampak pada pertumbuhan ekonomi di Sumsel.

Melalui kerjasama pengembangan STP, diharapkan dapat menghasilkan pengusaha pemula yang berbasis teknologi khusus bidang peternakan dan pertanian. Dengan dukungan Kemenristekdikti yang menjadi inisiator, diharapkan semua program STP dapat berhasil.

“Usaha dengan pengusaha yang baru ini perlu dilakukan bimbingan, baik dari pemasaran hingga pengelolaan keuangan dari usahanya. Ini tugas yang berat bagi kita, namun kalau berhasil akan memberikan manfaat yang besar bagi daerah. Sumsel bisa menjadi pusat pertumbuhan ekonomi melalui UKM berbasis teknologi. Kalau di luar negeri, STP seperti ini sudah berada di dalam perguruan tinggi,” ujarnya usai penandatanganan perjanjian kerjasama di Gedung Serbaguna Balai Agro Techno Park (ATP), Kabupaten Ogan Ilir, Jumat (8/4).

Baca Juga:  Tiga Bulan Gantikan SBY, AHY Digoyang Kader, Bagindo Togar: Untuk Menguji Kepemimpinan AHY

Pengembangan STP di Sumsel ini melanjutkan (ATP) dan akan terus dilakukan penelitian sehingga apa yang ditanam dan diternak di STP ini sudah menggunakan hasil penelitian di perguruan tinggi maupun di lembaga penelitian lainnya.

“Mengelola STP ini pekerjaan sulit, tidak mungkin hanya dilakukan satu instansi saja. Perlu kerjasama pengembangan, melihat penelitian yang dilakukan untuk menghasilkan kerja inovatif yang bermanfaat secara langsung serta harus ada penelitian,” tambahnya.

Pengembangan STP ini merupakan program penting pemerintah pusat yang menargetkan membangun 100 STP di seluruh Indonesia selama lima tahun ke depan. Salah satu yang dipilih untuk dikembangkan adalah Balai Agro Techno Park (ATP) Inderalaya.

Baca Juga:  Mahasiswa Harus Halau Paham Radikal dan Terorisme

Perjanjian kerjasama pengembangan STP Sumsel ini ditandatangani langsung oleh Patdono Suwignjo dengan Sekretaris Daerah Provinsi Sumsel H Mukti Sulaiman. Turut hadir pula Dirjen Sains Teknologi dan Lembaga Kemenristekdikti, Lukito Hasta Pratopo, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Inovasi Daerah Sumsel Alamsyah, serta Rektor Universitas Sriwijaya Anis Saggaff.

Sekda Sumsel H Mukti Sulaiman mengatakan, Pemprov Sumsel sangat mengapresiasi Kemeristekdikti atas kerjasama yang sudah terbangun ini. STP kedepannya akan menjadi pusat ilmu pengetahuan bidang pertanian di Sumsel.

“Pemprov Sumsel mendukung penuh pengalihan aset yang ada di Ogan Ilir terkait STP ini. Pasalnya yang paling diuntungkan adalah Kabupaten Ogan Ilir sendiri serta Unsri yang dapat memanfaatkan lokasi ini sebagai laboratorium penelitian,” kata Mukti.

Mukti menjelaskan, STP ditujukan untuk menghasilkan pengusaha di bidang pertanian dalam arti luas. Seperti diketahui, pertanian dalam arti luas yang dilaksanakan oleh masyarakat masih bersifat tradisional, untuk itu diharapkan STP ini mampu menjadikan para petani maupun pengusaha nantinya menguasai teknologi pertanian.

Baca Juga:  Meli Mustika Ngaku Sudah  Dipinang Salah Satu Bacagub Sumsel

“Terkait pembiayaan tahun ini saja mendapatkan dana sebesar Rp 6 miliar. Tahun depan Pemprov Sumsel juga akan memberikan kontribusi dan Kemenristekdikti juga akan terus memberikan bantuan tenaga dan juga anggaran, jadi ini sangat positif sekali,” ungkap Mukti.

Rektor Unsri Anis Saggaf mengatakan, sinergi pengembangan STP ini merupakan terobosan yang sangat penting, menunjukkan bahwa cikal bakal Sumsel kedepan akan jauh lebih maju. Menurutnya, sebagai lembaga pendidikan di Sumsel Unsri memiliki Fakultas Pertanian yang sudah cukup dewasa.

Oleh Unsri, STP akan digunakan oleh para profesor untuk penelitian di bidang pertanian dan peternakan. “Tugas yang berat ada tiga yakni membangkitkan riset, laboratorium yang lengkap seperti STP ini serta menghasilkan publikasi yang juga ditambahkan pemerintah bahwa riset yang dilakukan harus berbasis hilirisasi sehingga dapat digunakan oleh masyarakat,” tandasnya. #idz

Komentar Anda
Loading...