Kembangkan Ecoregion Pertama di Dunia di Sumsel

15

HFuug05NXlPalembang, BP

Gubernur Sumsel H Alex Noerdin mengatakan, restorasi lahan gambut telah dicanangkan sejak dua tahun lalu. Sebanyak enam institusi dan lembaga dari Inggris serta beberapa negara lainnya, termasuk Zoological Society of London (ZSL) akan mengembangkan ecoregion pertama di dunia, yakni di Sumsel.

Salah satu kegiatan yang dilakukannya ialah restorasi dan pelestarian lahan gambut.

“Banyak hal yang akan dilakukan dunia untuk Sumsel. Kami minta itu (restorasi gambut-red) yang didahulukan. Kalau mereka mulai kerja bulan ini, barangkali kita dapat merasakan hasilnya mulai Desember ini hingga kedepannya,” ujarnya.

Tercetusnya pembentukan ecoregion ini berasal dari pertemuan dunia Forum High Level Round Table Implementasi Restorasi Lanskap, The Bonn Challenge 2.0 di Kota Bonn, Jerman pada 20-21 Maret lalu. Pada saat itu Gubernur Sumsel memaparkan konsep pelestarian lingkungan di hadapan para petinggi dunia, dan mereka menyepakati mendirikan ecoregion di Sumsel.

Baca Juga:  Selamatkan Situs Cagar Budaya Dalam Kawasan Gambut di Sumsel

Komitmen Gubernur untuk meminimalisir bencana kabut asap akibat karhutla yang terjadi setiap tahunnya di Sumsel semakin nyata. Bersama Dewan Eksekutif IDH The Sustainable Trade Initiative Joost Oorthuizen, Alex menandatangani Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) tentang pertumbuhan hijau di Kantor IDH yang berlokasi di Utrecht, Belanda.

Dengan MoU ini, Pemprov Sumsel bersama IDH akan menerapkan pertumbuhan hijau yang membantu menghentikan karhutlah serta menghilangkan hubungan buruk antara  produksi komoditas dari deforestasi melalui penggabungan kekuatan dan pengaruh dari bisnis dan pemerintah.

Gubernur berujar, Sumsel akan memulai program ini secara ambisius dan pihaknya berkomitmen untuk menciptakan lanskap yang lestari dengan melibatkan berbagai komoditas penting termasuk pulp, kelapa sawit, kopi dan tambang.

“Saya percaya ada kebutuhan untuk kemitraan pihak-pihak di seluruh komoditas tersebut untuk mewujudkan lanskap berkelanjutan. Itulah satu-satunya cara untuk mengatasi tantangan bagi komoditas keberlanjutan secara holistik.” ujarnya.

Baca Juga:  102 Ribu Hektare Gambut Rusak di Sumsel Sudah Direstorasi

Alex menuturkan, empat pilar penting untuk mencapai rencana pertumbuhan hijau adalah mendukung basis industri yang lebih produktif dan berkelanjutan, perencanaan lingkungan dan pengelolaan sumber daya alam, pelembagaan agenda pertumbuhan hijau, dan pemantauan dan penegakan kebijakan, hukum dan peraturan.

Dengan program ini, Sumsel sudah dapat mendapatkan hasilnya serta mendemonstrasikan pencapaian penting dari rencana pertumbuhan hijau ini pada 2018 mendatang.

“Hal ini diwujudkan dengan cara meninjau dan memperbaiki perencanaan tata ruang dengan perhatian khusus untuk lanskap penting seperti gambut, meninjau dan memperbaiki kerangka hukum yang diperlukan untuk mencapai tujuan pertumbuhan hijau, serta menyediakan sumber daya dan mengamankan pendanaan,” papar Alex.

Selain itu, Alex menambahkan, pihaknya akan berkolaborasi dengan badan-badan pemerintah lainnya untuk mengembangkan pelembagaan rencana pertumbuhan hijau.

Baca Juga:  Sarimuda  Somasi PT SMS, Ini Jawaban PT SMS Melalui Kuasa Hukumnya

Pemprov Sumsel bersama IDH pun akan bekerja sama untuk menghilangkan hubungan antara produksi dari komoditas penting seperti minyak sawit, karet, kopi dan pulp dari deforestasi, yang secara bersamaan mampu meningkatkan penghidupan petani kecil.

“Sebagai contoh, kami sedang mencoba menerapkan konsep Desa Bebas dari Api melalui kolaborasi dengan komunitas, LSM, pemerintah dan perusahaan swasta. IDH akan membantu untuk mengumpulkan perusahaan-perusahaan swasta tersebut. Mendorong rencana investasi bersama dan meningkatkan permintaan pasar internasional untuk menyediakan kelapa sawit, kopi dan pulp serta kertas yang mudah dilacak dan berkelanjutan,” tambahnya.

Dalam kata lain, Pemprov Sumsel bersama IDH memulai kolaborasi dalam hal strategi, rencana aksi, dan pelaksanaan program serta kegiatan di tingkat lapangan.

Komentar Anda
Loading...