Kepala BKKBN Resmikan Kampung KB di Desa Burai
Inderalaya, BP
Pencanangan Kampung Keluarga Berencana (KB) tingkat Kabupaten Ogan Ilir (OI) di Desa Burai, Kecamatan Tanjung Batu, Sabtu (2/4), dihadiri Kepala Badan Kesejahteraan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dr Surya Chandra Surapati, Mph, Phd.
Pencanangan Kampung KB merupakan agenda prioritas presiden yang terdapat dalam Nawa Cita. Khusus Kabupaten OI, Desa Burai menjadi desa pertama tempat sosialisai tentang Keluarga Berencana.
Kepala BKKBN Kabupaten OI Edi Khaidir melaporkan, dalam kegiatan tersebut terdapat kegiatan lain seperti pelayanan sektor KB secara gratis, di ikuti oleh 16 kecamatan di OI yang berlangsung dari tanggal 28 sampai 31 Maret 2016.
Selain itu,lanjut Edi terdapat bantuan yang diberikan BKKBN dan Pemkab OI di antaranya prangko KB, public adress dan berbagai macam peralatan KB, sedangkan dari pemkab akan memberikan peralatan pertanian berupa Hand Traktor.
Plt Bupati Kab OI Ilyas Panji Alam menjelaskan Kampung KB adalah program BKKBN yang akan dibangun di lokasi padat penduduk. Selain untuk menekan pertumbuhan populasi, program ini diharapkan mampu mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Kita harus menggalakan Program KB karna saat ini kurang peminat, jadi harus ada yang menggalakkan.karna pemerintah juga menekankan sekali, bahwa kita harus kerja keras untuk mengendalikan pertumbuhan penduduk,” kata Ilyas
Tidak hanya itu Plt Bupati juga berharap kepada masyarakat dengan pencanangan kampung kab di Desa Burai ini bisa meningkatkan pemahaman warga tentang Keluarga Berencana.
Sementara itu,Kepala BKKBN dr.Surya Chandra Surapati Mph Phd menerangkan bahwa pencanangan kampung KB ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Ri agar program KB dapat lebih dirasakan oleh masyarakat, serta program tersebut di tujukan kepada masyarakat kurang mampu dan masyarakat yang tidak memiliki akses pada pasilitas kesehatan.
Lanjut surya dalam pencanangan KB ini akan berdampak pada bonus demografi yaitu jumlah usia angkatan kerja (15-64 tahun) selain itu bonus demografi dapat menjadi anugerah bagi bangsa Indonesia, dengan syarat pemerintah harus menyiapkan generasi muda yang berkualitas tinggi SDM-nya melalui pendidikan, kesehatan, penyediaan lapangan kerja.
Namun, jika bangsa Indonesia tidak mampu menyiapkan akan terjadinya bonus demografi, seperti penyediaan lapangan kerja dan peningkatan kualitas SDM seperti pendidikan yang tinggi dan pelayanan kesehatan dan gizi yang memadai, maka akan terjadi permasalahan, yaitu terjadinya pengangguran yang besar dan akan menjadi beban negara. #hen