Harga BBM Turun Belum Pengaruhi Tarif Angkutan dan Sembako

15
Muaraenim, BP
Turunnya harga bahan bakar minyak (BBM) per 1 April 2016 atau pada Jumat.Dinihari  kemarin oleh pemerintah pusat, ternyata tidak diikuti dengan turunnya harga tarif ongkos angkutan di kota Muaraenim. Terpantau tarif ongkos angkutan desa (angdes) untuk beberapa jurusan di Muaraenim belum ada penurunan.
Meski harga BBM telah resmi dinyatakan turun sebesar Rp500 dari harga sebelumnya,  Angdes yang beroperasi masih menerapkan tarif lama.
Suryanto (54), salah seorang sopir angdes di Kabupaten Muaraenim mengatakan, pihaknya belum mau menurunkan harga tarif ongkos karena belum ada instruksi dan imbauan dari dishub atau pemerintah setempat.”Tarif angdes masih tetap atau tergantung
Menurut dia, jarak saat ini ongkos angdes paling murah Rp2.000 untuk rute pasar-BTN Darusalaam di dalam kota Muaraenim.
Menurutnya, pihaknya menetapkan tarif bervariasi karena berdasarkan jauh dekatnya tujuan penumpang. “Jadi tetap sesuai rute,” tukasnya.
Menanggapi hal ini, Kepala Seksi Angkutan Umum Dinas Perhubungan Muaraenim, Aladdin menuturkan untuk ongkos angdes per 1 April, tarifnya masih sesuai dengan tarif sebelumnya dan berlaku bagi semua trayek yang ada di Kabupaten Muaraenim.

Menurutnya, saat ini angdes di Muaraenim baru memberlakukan tiga trayek yakni Muaraenim – Ujan Mas, Muaraenim- Semendo dan Muaraenim- Tanjung Enim.

Baca Juga:  Sergap Bandar Narkoba, Polisi Dikepung Warga

“Berdasarkan SK Bupati tarif ditentukan berdasarkan jarak, sejuah ini memang belum ada rencana penurunan setelah harga BBM turun,” urainya.

Kendati demikian, Aladdin menjelaskan pihaknya masih menunggu acuan Gubernur bila ada rencana penurunan tarif angkutan termasuk Angdes di Muaraenim pasca turunnya harga BBM. “Gubernur menyarankan agar tarif AKDP ikut turun, tapi instruksinya masih ditunggu,” jelasnya.
Sementara itu, pasca-penurunan BBM juga belum memberikan pengaruh signifikan  terhadap harga sembako di Kota Muaraenim. Berdasarkan pantauan di pasar inpres Muaraenim, harga sembako seperti cabe dan bawang terpantau masih melangit dan masih dihargakan yntuk golngan orang kaya saja dan pembeli yang berpenghasilan tinggi karena masih mahal.
“Harga bawang merah dijual Rp50 ribu per kilogramnya, untuk bawang putih harga perjumat kemaren Rp37 ribu perkilo,”jelas pedagang mengaku bernama Eef (42) pedagang dipasar pagi-pagi Muaraenim.
Menurut Eef sejak sepakan terakhir  harga cabai lah turun dikit tinggal Rp45 ribu dari Rp55 ribu pekan lalu untuk setiap kilonya.Menurutnya turunnya harga cabai dikarena pasokan yang kembali stabil sehingga tak mempengaruhi permintaan pedagang ke pembeli.
“Harga cabai sejak beberapa minggu terakhir sering tak menentu atau tergantung banyaknya pasokan, tapi secara keseluruhan harga sembako masih mahal dari biasanya, mungkin baru akan turun galo setelah satu minggu turunnya BBM,” ujarnya. #nur
Komentar Anda
Loading...