Perluas Layanan Laku Pandai
Palembang, BP
Sumatera Selatan (Sumsel) akan menggeser program Layanan Keuangan Tanpa Kantor Dalam Rangka Keuangan Inklusif (Laku Pandai). Dengan program Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPKAD) diharapkan dapat meningkatkan perekonomian daerah tersebut.
Sekretaris TPAKD Sumsel Lukdir Gultom mengatakan, layanan keuangan tanpa kantor dalam rangka keuangan inklusif (laku pandai) merupakan langkah riil yang bisa diterapkan untuk jangka pendek. “Nantinya bank bisa memperluas akses pembukaan rekening tabungan melalui agen-agen yang ditujukan bank,” katanya.
Lukdir melanjutkan, pihaknya sudah menargetkan bank dapat menambah jumlah agen sebanyak 50 agen per bulan atau sebanyak 600 agen per tahun. Sementara untuk bank yang baru mengikuti laku pandai dapat menambah jumlah agen sebanyak 40 agen per bulan atau 480 agen dalam setahun.
TPAKD menilai jika akses keuangan tersedia secara luas kepada masyarakat maka bisa meningkatkan perekonomian daerah yang berujung pada perbaikan kesejahteraan masyarakat. Menurut dia, laku pandai merupakan terobosan dalam membuka akses keuangan yang lebih produktif, terutama untuk masyarakat di daerah.
Berdasarkan catatan bank yang cukup gencar menerapkan laku pandai di Sumsel adalah BRI yang mana sudah memiliki 1.363 agen. Sementara itu, Bank Sumsel Babel menyatakan siap menerapkan laku pandai untuk mendukung percepatan akses keuangan daerah di dua provinsi itu.#ren