Belum Saatnya Membangun Perpustakaan DPR

13

Jakarta, BP

Fraksi Nasdem dan Fraksi Gerindra DPR RI menolak rencana pembangunan perpustakaan DPR RI senilai Rp570 miliar dengan alasan kondisi keuangan negara lagi defisit.

Sedangkan Ketua DPR RI Ade Komarudin ngotot membangun perpustakaan itu dan akan menghadapi kedua fraksi serta kelompok masyarakat.

Wakil Ketua Fraksi NasDem DPR RI Johnny Plate menegaskan, negara sedang mengalami defisit anggaran hingga Rp290 triliun sehingga rencana pembangunan perpustakaan ditunda dulu.

“Kondisi keuangan negara belum memadai, jadi kami dari Fraksi Nasdem minta pembangunan perpustakaan itu ditunda,” kata Wakil Ketua Fraksi NasDem Johnny G Plate  di Gedung DR RI, Jakarta, Senin (28/3).

Baca Juga:  Silaturahmi Ke SMB IV,   Mabmi Babel Bangun Kerjasama Bersama KPD

Menurut Johnny, dana tersebut sebaiknya dialokasikan untuk keperluan negara yang lebih mendesak, seperti  membangun  infrastruktur yang bisa menciptakan lapangan kerja baru.

Dikatakan, trend perpustakaan dari buku fisik ke e-books dan e-library,  telah berkembang pesat sehingga konsep perpustakaan perlu ditinjau kembali agar mampu menyesuaikan dengan perkembangan teknologi informasi.

Bahkan lanjut dia, kompleks DPR saat ini lebih membutuhkan koneksi internet dan wifi yang kuat agar  akses data untuk riset  lebih cepat, mudah, dan gampang.  Jadi, perpustakaan itu belum prioritas.

Ketua Fraksi Gerindra Ahmad Muzani meminta pimpinan DPR RI tidak ngotot membangun perpustakaan mengingat masih banyak keperluan negara yang sangat mendesak.

Baca Juga:  TripAdvisor Nobatkan Bali, Destinasi Terpopuler Akhir Tahun se Asia

“Kita akui perpustakaan diperlukan dan itu kebutuhan,  tapi jangan sekarang. Negara defisit hampir Rp300 triliun,” kata Muzani.

Muzani menambahkan, perpustakaan memang dibutuhkan anggota dewan, tapi,   kegiatan membaca para anggota DPR RI itu bisa disalurkan melalui cara lain dengan meminjam buku, lihat online atau membeli.

Menyikapi  penolakan kedua fraksi tadi,  Ketua DPR RI Ade Komarudin  siap menghadapi fraksi dan kelompok masyarakat yang menolak.

Ade Komaradin bersama pimpinan lain tidak akan goyah dengan penolakan kedua fraksi sehingga  rencana pembangunan perpustakaan tersebut harus jadi.

“Justru saya mempertanyakan alasan para penolak perpustakaan DPR itu. Kalau dengan akal sehat, saya kira tidak ada alasan untuk merecoki usulan para cendekiawan itu. Mereka lebih bijak, lebih mengerti bagaimana mencerdaskan bangs,” tegas Ade.

Baca Juga:  Program Umroh Bareng Korpri, Cara Mudah PNS Menuju Tanah Suci

Menurut Akom, pihaknya   akan membicarakan usul ini dengan Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) dan fraksi-fraksi setelah reses. Semaksimal mungkin dia akan  meyakinkan semua pihak.

“Jika fraksi,  masyarakat dan  pemerintah menolak, saya siap menghadapi dan menjelaskan pembangunan perpustakaan itu,” ujarnya.

Ade Komarudin, membandingkan dengan Library of Congress di Amerika Serikat. Perpustakaan  bukan hanya untuk anggota DPR, tapi sebagai  simbol intelektual bangsa. #duk

 

Komentar Anda
Loading...