Ilyas Pandji Alam Resmi Jabat Plt Bupati OI

Palembang, BP
Gubernur Sumatera Selatan H Alex Noerdin menyerahkan surat keputusan (SK) Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo tentang pemberhentian sementara Ahmad Wazir Nofiadi sebagai Bupati Kabupaten Ogan Ilir (OI) kepada Wakil Bupati Ilyas Pandji Alam di Graha Bina Praja, Senin (21/3).
Dengan diserahkannya SK bernomor 131.16-3020 tahun 2016 tersebut, secara resmi Ilyas pun kini menjabat Pelaksana Tugas (Plt) Bupati OI, menggantikan Nofiadi yang dinonaktifkan akibat tersandung kasus penyalahgunaan narkoba seperti yang tercantum dalam petikan SK. “Memang ini mendadak tapi harus secepat mungkin,” ujarnya usai menyerahkan SK.
Alex menuturkan, pengangkatan sementara Plt Bupati ini dilakukan hingga ada kepastian hukum kasus narkoba yang menjerat Noviadi. Kasus narkoba yang menjerat seorang pejabat negara ini, harus menjadi contoh bagi seluruh PNS.
“Para PNS di jajaran pemprov pemkab/pemko se-Sumsel dan juga para bupati/walikota, ini contoh yang tidak baik. Contoh yang harus dihindari,” tegasnya.
Mulai hari yang ditetapkan, Alex menuturkan, Ilyas menjalankan tugas dan kewenangan sebagai Plt. Namun hal-hal strategis dan mutasi pegawai tidak diperbolehkan kecuali dengan alasan mendesak. “Kecuali mendesak serta melalui rekomendasi gubernur dan izin Mendagri,” tegasnya.
Akibat kejadian ini, Alex berujar, Pemkab OI telah kehilangan momentum untuk memulai menjalankan roda pemerintahan dan pembangunan dibawah kepala daerah baru pasca pilkada Desember 2015 lalu.
Meski demikian, dirinya meminta agar Ilyas bekerja kerjas dan bekerja cerdas. Menjadi kepala daerah, tutur Alex, harus berkepribadian luar biasa. Kalau biasa-biasa saja, bisa mengecewakan masyarakat.
Alex pun berpesan kepada seluruh jajaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Pemkab OI untuk mendukung kerja Ilyas sebagai Plt Bupati OI. “Tidak usah pedulikan orang bilang durian runtuh, ini takdir terima dengan baik. Kalau ada Kepala SKPD yang tidak mendukung, bilang ke saya, usulkan ganti,” tegasnya.
Dirinya pun meminta kepada jajaran Kodim dan Polres Ogan Ilir menjaga ketertiban dan keamanan apabila terjadi gejolak sebagai buntut kejadian ini. Dirinya pun memperbolehkan aparat untuk melakukan inspeksi mendadak tes narkoba di jajaran pemerintahan daerah. Bagi PNS yang positif narkoba, Alex tidak akan memberi ampun dan memberikan sanksi tegas.
“Pemberhentian ini pun merupakan tindakan tegas Mendagri agar memberikan efek jera bagi (pengguna narkoba-red) lain. Menurut Kepala BNN masih ada lagi (PNS-red) pengguna narkoba, pertanyakan pada diri sendiri,” ujar Alex di hadapan jajaran SKPD yang turut hadir.
Terkait wakil bupati pendamping Ilyas, Alex enggan membicarakannya terlebih dahulu sebelum kasus Nofiadi incraht secara hukum dan Ilyas telah definitif menjabat Bupati OI.
Sementara itu, selepas menjadi Plt Bupati Ilyas berujar perasaannya biasa-biasa saja. Terkait pernyataan Kepala BNN yang mengatakan masih ada PNS Pemkab OI yang menyalahgunakan narkoba, dirinya mempersilakan BNN untuk menangkap oknum tersebut.
“Kalau masih ada, pecat saja. Silakan tangkap. Mudah-mudahan ke depannya tidak ada lagi,” tegasnya. Dirinya mengaku tidak tahu bahwa Nofiadi telah menggunakan narkoba meski hubungan keduanya dekat.
“Kalau saya tahu, sudah saya laporkan itu. Saya berteman sama ayahnya, karena saya dengan bupati (nofiadi-red) kecilnya tahu. Sudah lama tidak bertemu, bertemu lagi saat pencalonan,” tuturnya.
Selama satu bulan setelah terpilih, Nofiadi di mata Ilyas merupakan seseorang pemimpin yang baik dan memiliki ide-ide yang bagus untuk membawa Ogan Ilir menjadi kabupaten yang terdepan di Indonesia.
“Ini kejadian yang di luar dugaan yang bisa menimpa semua orang. Narkoba itu musuh negara, inilah dampaknya. Jangan coba-coba dekat dengan narkoba,” tuturnya.
Buruknya citra Pemkab OI di mata masyarakat, tidak menggentarkan upayanya untuk terus menjalankan roda pemerintahan ke depannya. Sebagai Plt, dirinya akan menjalankan pesan gubernur untuk bekerja keras dan ikhlas. #idz