Alex Minta OCA Adil Dalam Penentuan Cabor

Palembang, BP
Menjelang hasil final pemetaan cabang olahraga Asian Games 2018 yang dijadwalkan pada Mei 2016 di Bali, Gubernur Sumatera Selatan H Alex Noerdin meminta Dewan Olimpiade Asia (OCA) bersikap adil dalam penentuan cabor di setiap host city.
Pasalnya, penentuan sementara yang dilakukan saat ini dinilai tak realistis. Contohnya, Palembang memiliki venue akuatik berstandar Asia, namun cabor tersebut justru dialihkan ke Jakarta, yang baru akan membangun venue dengan uang negara senilai Rp400 miliar.
“Kan akuatik kita sudah punya, mengapa dibangun lagi di Jakarta dengan Rp400 miliar itu. Lebih baik bangun venue lain dan renang di Palembang. Saya hanya ingin OCA bersikap adil,” tutur Gubernur Sumsel H Alex di hadapan Komite Eksekutif (KE) Komite Olimpiade Indonesia (KOI) di Griya Agung, Sabtu (19/3) malam.
Ia meminta Komite Eksekutif KOI merekomendasikan dengan realistis kepada OCA. “Kami sampaikan bahwa akuatik, gymnastic, panahan, dan takraw agar dilaksanakan di Palembang karena memang venue kami ada,” ucapnya didampingi Asisten Kesra Pemprov Sumsel H Akhmad Najib, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Sumsel H Akhmad Yusuf Wibowo dan jajaran SKPD.
Soal penutupan Asian Games 2018, dikatakan orang nomor satu di Sumsel ini, tetap digelar di Palembang. Sesuai dengan keputusan Presiden Joko Widodo sebelumnya.
Alex mengatakan, Sumsel bukan tanpa alasan berani dalam memberikan yang terbaik untuk Asian Games 2018. Buktinya selama SEA Games 2011, Islamic Solidarity Games (ISG) 2013 dengan 57 negara Islam sedunia dan Asian University Games (AUG ) 2014, semua berjalan sukses dan Indonesia keluar sebagai juara umum.
“Kami memang tak semewah Jakarta, kami juga tak sehebat Jakarta, tapi fasilitas olahraga kami best of the best on Asia,” tegasnya.
Menanggapi hal tersebut, Sekjen KOI Dodi Iswandi mengakui, Palembang memang lebih siap dibanding Jakarta. Jika Jakarta baru memikirkan, Palembang sudah melakukan. Itulah kenapa hasil lawatan ke berbagai venue di Internasional Jakabaring Sport City (JSC) akan segara dirapatkan oleh seluruh jajaran KOI di Jakarta.
“Tidak salah dulu Pak JK (Jusuf Kalla-red) menyampaikan pada saat launching logo Asian Games bahwa jika semua Gubernur seperti Pak Alex, maka Indonesia akan cepat maju. Kami akan segera melakukan rapat untuk kemudian disampaikan pada rapat COCOM di Bali, Mei nanti,” jelasnya.
Iswandi mengatakan, pihaknya akan mendorong secara maksimal penambahan cabor di Palembang, seperti renang, senam, panahan, dan beberapa cabor lainnya.
Selain karena kesiapan Sumsel, pihaknya juga telah mendapatkan pemahaman serta tambahan materi yang nantinya akan didiskusikan di Jakarta.
Menurut Dodi, pihaknya terlebih dahulu akan mengkoordinasikan hal ini bersama pemerintah pusat agar diperoleh kesepakatan tentang cabor mana saja yang akan dialihkan ke Palembang.
Selain mendukung penambahan cabor, dalam pertemuan ini Komisi Eksekutif KOI juga membahas terkait sarana dan fasilitas lainnya, seperti wisma atlet, dinning hall yang nantinya akan digunakan untuk menampung para atlet.
“Kita melihat semua ini bisa terpenuhi karena Sumsel sudah siap. Jadi kenapa tidak kita alihkan beberapa cabor ke Jakabaring. Kami semua kagum, terkesan, terharu melihat kesiapan Sumsel dan ini semua luar biasa,” kata Dodi.
Wakil Ketua Umum KOI Muddai Madang mengatakan, kunjungan Komisi Eksekutif KOI ke Sumsel kali ini merupakan yang terbesar dan terlengkap dengan diikuti 14 dari 16 orang komisi eksekutif.
Kunjungan ini ditujukan untuk melihat dan mendapatkan informasi yang sebenarnya, mendapatkan materi yang memadai, serta masukan konkret dari Pemprov Sumsel.
“Dengan kunjungan langsung, diharapkan akan lebih rasional melihat kesiapan Sumsel. Nyatanya ke-14 komisi eksekutif terkesan dengan kesiapan Sumsel menghadapi Asian Games,” pungkasnya. # sug/idz