Bawang Bikin Nangis Para Ibu

23

lapsus Bawang 2 (1)HARGA bawang merah dan bawang putih, juga cabai, membuat ibu rumah tangga di hampir seluruh kota di Tanah Air, termasuk Palembang, menjerit dan menangis.

Kenaikan harga cukup signifikan membuat bumbu dapur itu menyentuh angka Rp60.000 per kilogram. Berdasarkan pantauan di pasar tradisional dan modern, harga sebelumnya berkisar Rp30.000-an untuk bawang dan cabai, namun saat ini harga melambung sampai dua kali lipat.

Seperti di Pasar 16 Ilir, Pasar Cinde, dan Pasar KM 5, harga bumbu dapur ini menari-nari di level tinggi. Seperti halnya harga bawang merah di pasar tradisional berkisar di angka Rp40.000 – Rp60.000/ kg, bawang merah mulai Rp40.000 – Rp45.000, cabai merah dan rawit Rp50.000 – Rp60.000.

Sama halnya di pasar modern seperti Hypermart, Foodmart, dan Carrefour. Harga terpantau cukup tinggi. Harga bawang merah Rp37.000 – Rp44.000, bawang putih Rp35.000 – Rp40.000.

Kenaikan harga pada tingkat tertentu sebenarnya tidak menjadi masalah, sepanjang terkendali. Namun akan menjadi masalah jika kenaikan harga sudah tidak terkendali, sehingga menyengsarakan kehidupan masyarakat, terutama mereka dengan ekonomi tingkat bawah.

Kenaikan harga bawang yang begitu drastis ini tentu saja menimbulkan berbagai masalah baik itu bagi konsumen maupun negara. Bagi konsumen, kenaikan harga bawang ini terasa begitu menyiksa terutama bagi kalangan masyarakat bawah.

Kebutuhan akan komoditi bawang sebagai bumbu dapur sangat sulit untuk dikurangi mengingat bawang menjadi bumbu wajib. Selain itu, dampak ini juga dirasakan negara karena kenaikan harga bawang bisa menjadi penyumbang kenaikan inflasi terbesar.

Baca Juga:  Ini Dia Mengapa Harga Bawang di Palembang Naik

Kenaikan harga pangan, khususnya bawang merah dan bawang putih, tentu membuat pedagang kecil tidak nyaman berusaha. Konsumen berkurang dan mengeluh. Seperti yang terjadi di Pasar 16 Ilir dan lainnya. Penjualan pedagang bawang menurun hingga 50 persen.

Seorang pedagang bawang di Pasar 16 Ilir, Jon, mengatakan, harga naik sejak minggu ini. Kenaikan yang cukup signifikan itu pun berasal dari agen akibat suplai barang yang berkurang.

Akibat suplai bawang yang tidak stabil ini harga bawang merah dan putih melonjak tinggi juga berakibat pada penjualan yang ikut meluncur tajam. “Harga melonjak tinggi, bawang merah Rp45.000, bawang putih Rp35.000,” ujarnya.

Ia mengakui, harga tinggi ini berdampak pada penjualan bawang yang turun akibat dari konsumen yang mengurangi jumlah pembelian. Misalkan, biasanya konsumen membeli bawang 1 kg menjadi setengah kilogram atau bahkan lebih sedikit lagi.

“Biasanya bawang merah terjual dalam sehari sebanyak 500 kg, namun sejak harga naik tinggi ini menjadi 300 kg, bawang putih hanya terjual 100 kg yang biasanya 200 kg – 300 kg. Konsumen kita tidak hanya Palembang tapi juga Banyuasin, Kayuagung dan wilayah Sumsel lainnya,” ungkapnya.

Menurutnya, bawang merah berasal dari Brebes. Jenis bawang inilah yang paling diminati oleh masyarakat dibandingkan bawang impor yang juga dijualnya. Mahalnya bawang asal Jawa Tengah ini memberikan kesempatan bagi bawang yang berukuran lebih besar ini untuk mendapat perhatian dari konsumen bawang.

Baca Juga:  Cuaca Ekstrem, Harga Bawang Terkerek

“Karena bawang Brebes mahal, konsumen ada yang membeli bawang impor Pakistan ini, harganya memang lebih murah Rp24.000/ kg, per hari terjual 50kg, biasanya di saat harga sedang normal bawang Pakistan ini tidak laku, walau pun laku tapi tidak seberapa,” jelasnya.

Dikatakannya, pedagang bawang di pasar tidak tahu kapan harga bawang akan kembali normal. Saat di kondisi normal, harga bawang bahkan bisa menyentuh Rp20.000/kg. “Ini karena banjir, bawang banyak busuk, juga bisa jadi karena terhambat transportasinya, jadi stok di agen menjadi berkurang, kami tidak tahu kapan harga normal lagi, kondisi ini juga berdampak pada pedagang tidak hanya konsumen,” katanya.

Senada, Kati, seorang pedagang di Pasar Cinde, mengatakan, stok di agen bawang tidak banyak sehingga menyebabkan harga melonjak tinggi. Bahkan, akibat dari mahal dan stok yang tak banyak, dirinya tidak menjual bawang merah. Hanya ada bawang merah Pakistan yang berbentuk lebih besar dari bawang merah Brebes.

“Barangnya sedikit juga mahal, jadi cuma jual yang impor saja, jual pun kemarin itu Rp60.000/ kg tidak ada yang beli, dari pada tidak laku, barangnya sedikit, yang biasanya dapat barang itu 200kg jadi berkurang setengahnya, itu juga mahal,” ujarnya. Bawang putih dijualnya Rp40.000 dan cabai merah dan cabai rawit Rp60.000.

Baca Juga:  Nginap Rp200 Ribuan di Horison

Kenaikan harga juga terjadi di pasar modern. Store Manager Hypermart Lippo Plaza Jakabaring Theresia, mengatakan, harga bawang merah Rp44.000 /kg dari sebelumnya Rp38.000/ kg, bawang putih Rp35.750 /kg dari sebelumnya Rp31.150/ kg, cabai merah keriting Rp58.000/ kg sebelumnya Rp38.450/ kg.

Menurutnya, biasanya saat harga cukup stabil, bawang yang didatangkan dari Jawa ini di angka Rp20.000 – Rp30.000an. Di supermarket ini dijual bawang asal Brebes. “Penjualan bawang merah dan putih sejauh ini masih stabil, sehari 2-3kg, sementara cabai merah memang sedikit berkurang jika dibandingkan hari biasanya, per hari biasanya 3kg sekarang jadi 2kg per hari,” katanya.

Berbeda halnya di Foodmart Palembang Icon Mall, harga bawang masih stabil dan belum mengalami kenaikan sejak dua bulan terakhir. Asisten Manager Fresh Food Mart Palembang Icon M Soleh mengatakan, harga masih standar, cabe rawit Rp87.000/ kg, cabai merah Rp50.000/ kg, bawang merah Rp32.000/ kg, bawang putih Rp40.000/ kg.

“Kita belum ada kenaikan, harga memang terlihat cukup tinggi dibandingkan dengan lainnya, dan di sini pun meskipun harga tinggi seperti saat ini tidak ada masalah dari konsumen berbeda dengan di pasar tradisional, di sini konsumennya menengah ke atas, sehingga tidak ada persoalan,” terangnya. #pit

 

 

Komentar Anda
Loading...