Surat Pernyataan Ade Komarudin Beredar
Jakarta, BP
Dokumen surat pernyataan Ade Komarudin (Akom) berisi janji untuk tidak maju sebagai calon Ketua Umum Golkar beredar di kalangan wartawan. Akom tidak membenarkan ataupun membantah dokumen tersebut karena tidak membaca surat pernyataan yang disodorkan Ketua Umum DPP Golkar Aburizal Bakrie (ARB) tersebut.
Menurut Akom, ketika para pengurus Golkar menentukan Ketua DPR RI pengganti Setya Novanto, ARB meminta agar Akom berjanji untuk tidak menginisiasi Munas Golkar. “Kata Pak ARB, saya minta agar Pak Ade teken fakta integritas yang berbunyi Pak Ade tidak boleh menginisiasi Munas Golkar. Saya bilang, saya siap,” tegas Akom kepada sejumlah wartawan di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (14/3).
Dia menambahkan, usai rapat, Akom langsung pulang. Di tengah perjalanan, dia dihubungi Nurdin Khalid yang meminta kembali ke lantai 46 di Gedung Bakrie Tower, untuk menandatangani surat tersebut. Ada ARB, Setya Novanto, Idrus Marham dan lain-lain. “Waktu itu langsung saya teken, tanpa membaca isinya yang beberapa rangkap itu,” ujarnya.
Setelah Akom dilantik menjadi Ketua DPR, bursa Caketum Golkar memanas, Ketua DPD I Golkar Sultra Ridwan Bae mengungkap isi pernyataan itu. ARB lalu meneleponnya. “Malamnya, ARB telepon dari Hong Kong. Menyampaikan bahwa yang disampaikan Ridwan itu tidak benar. Ade boleh mencalonkan, semua berhak,” jelas Akom yang sudah mendeklarasikan diri sebagai Caketum Golkar di Daerah Istimewa Yogyakarta, Jumat (11/3).
Ditanya apakah dokumen yang beredar asli atau palsu, Akom mengaku tidak ambil pusing. Tapi, ada keanehan dalam dua poin di surat tersebut. “Kok tidak boleh mencalonkan, berarti ada Munas dong. Kalau saya enggak boleh inisiasi, berarti enggak ada Munas. Bahwa semua kader boleh maju sebagai Caketum Golkar, asalkan memenuhi AD/ART Golkar. Jadi, tidak benar saya ingkar janji. Apa yang saya ingkari? Perjanjian itu justru melannggar AD/ART. Yang PDLT saja kan berhak,” tambahnya.
Sebelumnya, di kalangan wartawan beredar dokumen surat pernyataan yang ditandatangani Ade Komarudin sebagai pembuat pernyataan dan ARB sebagai pihak yang mengetahui. Dokumen yang beredar ini foto kopian, namun jelas terpampang ada materai Rp 6000, di bawah tanda tangan Akom.
Ada tiga poin isi surat pernyataan itu. Pertama, Akom berjanji tak akan ikut memprakarsai pelaksanaan munas Golkar hingga 2019 nanti. Kedua, Akom berjanji tak akan maju sebagai caketum Golkar hingga tahun 2019 nanti. Ketiga, Akom akan berkonsentrasi penuh menjalankan tugas sebagai Ketua DPR. #duk