Perempuan Jadi Titik Utama Pembangunan
Palembang, BP
Perempuan Sumatera Mampu (Permampu) merayakan Hari Perempuan Internasional dengan tema ‘Perempuan Melawan Ketimpangan’, Selasa (8/3).
Perayaan dilaksanakan serentak di delapan provinsi, bersama Forum Komunitas Perempuan Akar Rumput, sebagai dampingan Permampu. Delapan provinsi tersebut adalah Aceh, Sumatera Utara, Riau, Sumatera Barat, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan yang digelar oleh womens crisis centre (WCC) Palembang, dan Lampung. Untuk Sumsel mengambil subtema ‘Pemenuhan Hak Perempuan Korban Kekerasan Seksual’.
Menurut Direktur Eksekutif WCC Palembang Yeni Roslaini, pengambilan subtema didasarkan atas pengalaman lapang dan analisis Permampu atas penelitian kualitatif yang menunjukkan bahwa kesetaraan gender dan pemberdayaan seluruh perempuan dan anak perempuan menjadi titik utama mencapai pembangunan berkelanjutan dan berhubungan erat dengan ketimpangan.
Ketimpangan hubungan perempuan dan laki-laki didasarkan atas perbedaan peran gender, yang menimbulkan berbagai bentuk diskriminasi terhadap perempuan berupa keterbatasan akses terhadap sumberdaya, antara lain kehidupan sehat dan kesejahteraan khususnya layanan kesehatan seksual dan reproduksi dan pengintegrasiannya dalam program nasional.
Permampu melihat bahwa perempuan tidak hanya minim dalam akses terhadap sumberdaya ekonomi dan sumberdaya lainnya yang tersebut di atas, tetapi secara khusus tidak punya kontrol atas tubuh dan peran reproduksinya.
Penelitian Permampu mengenai Kehamilan Tidak Diinginkan/Direncanakan (KTD) yang dilaksanakan 2014, melibatkan 713 peserta Fokus Group Discussion (FGD) dan 190 narasumber di 29 Desa/Kelurahan yang berada di 14 kabupaten/kota menemukan beberapa hal yang menunjukkan masalah. #osk