Srikandi Kembar Meriahkan Pembukaan Futsal Piala Gubernur

15

20160304_165406Ingat Olimpiade Seoul tahun 1988? Ini  adalah momen bersejarah bagi Indonesia. Sebab,  pada olimpiade di negeri ginseng ini Indonesia berhasil membawa pulang medali untuk kali pertama. Memang hanya medali perak, tetapi penyumbangnya adalah cabang panahan.

TAK dipungkiri, kemegahan podium utama  olimpiade bagi Indonesia, diawali oleh tiga srikandi Indonesia yaitu Nurfitriyana S Lantang, Lilies Handayani, dan Kusuma Wardhani.  Para srikandi inilah  yang pertama kali berhasil memboyong medali pertama untuk Indonesia di ajang olahraga dunia tersebut.

Pada olimpiade ke 24 yang digelar di Seoul pada 17 September – 2 Oktober 1988 itu, ketiga srikadi Indonesia berhasil mengalahkan tim panahan Amerika Serikat dan melahirkan legenda sembilan anak panah. Indonesia berhasil keluar sebagai juara ke 2 dan berhak atas medali perak.
Keberhasilan 3 srikandi Indonesia selain mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional ternyata juga menjadi penyemangat dan berhasil mengilhami atlit-atlit lain untuk lebih keras berjuang.

Nah di Musi Banyuasin, ada juga atlet panahan andalan yang  dikenal srikandi kembar. Namanya Nur Zhafirah Marcholin  (Fira) dan Nur Zharifah Marcholin (Rifa).  Keduanya adalah atlet PPLP Muba. Meski belum sampai tingkat dunia, srikandi kembar yang duduk di bangku SMP 6 Unggulan Sekayu ini -kebetulan keduanya memang terlahir kembar pada 13 April 2001 silam- di usia 12 tahun sudah meraih dua medali emas, satu perak dan dua perunggu. Prestasi ini diraih  saat keduanya mewakili Muba di ajang Popda 2013 untuk kelas ‘ronde nasional’. Jadi karena masih belia bukan tidak mungkin kan prestasi si kembar srikandi ini bakal meneruskan keharuman tiga srikandi panahan yang jaya di Olimpiade Seoul.

Baca Juga:  Wabup Lepas Tim Petropali Hadapi Liga Futsal Nusantara Zona Sumsel

Prestasi lainnya, banyak. Selain keduanya menjadi juara Popda, dua srikandi ini juga mumpuni di Archery National Indoor 2015 lalu. Di open tournament Binus 2015 keduanya juga menjadi terbaik kedua nasional. Keduanya juga tercatat sebagai atlet Pra Pon Sumsel termuda se Indonesia. Meski hanya masuk ke peringkat 16 besar, namun  bakat keduanya menjadi incaran. Dan yang paling mengkilat, dua srikandi ini masuk dalam radar atlet nasional. Keduanya direkrut dalam program pembinaan jangka panjang atlet nasional cabang panahan bertajuk atlet Prima Pratama binaan KONI Pusat.

Menurut pelatih panahan Muba, Ibnu Marwata, Kabid Perwasitan dan Perlombaan PP Perpani yang juga menjadi  Kabid Binpres Pengprov Perpani Sumsel, atlet yang masuk program Prima Pratama berasal dari seluruh Indonesia yang memiliki prestasi. Jumlahnya pun dibatasi hanya 16 orang. Di Sumsel, hanya ada mereka berdua ini. “Proses masuknya ketat dan sudah masuk pun mereka selalu dievaluasi tiap tiga bulan. Dari 16 atlet  ini selalu berebut  rankin 1 sampai 8 sebagai elitnya. Mereka inilah cikal bakal atlet panahan pada masa depan,” terang Ibnu yang selalu sibuk di kejuaran Asia Tenggara hingga Sea Games, Sabtu, (5/3).

Masih muda jadi atlet dan berprestasi. Posisi ini tentu menimbulkan pertanyaan. Atlet panah? Apa asyiknya? “Jadi korelassi antara dunia belajar dan olah raga memanah sangat dekat. Keduanya membutuhkan penanganan khusus. Selain sama-sama harus focus, memanah dan belajar butuh ketekunan dan kesabaran. Bagi kami berdua dengan fisik kecil merasa pas dengan panahan. Selain sasarannya diam, kekuasaan juga hanya pada busur yang kami pegang sendiri dan tak boleh dikendalikan orang lain. Yang kayak gini kami banget,” beber Fira dan Rafi bareng diselingi tawa kecil.

Baca Juga:  Persib Vs Arema FC, Jalan Maung Bandung Tempel Pemuncak Klasemen

Soal prestasi dan bakat dua atlet panahan ini, Kadispopar Muba, Sunaro mengaku sangat bangga. “Di usia dini sudah focus pada pilihan dan berprestasi. Ini patut di support. Keduanya juara Popda  2013 lalu. Mereka masuk program atlet Prima Pratama dan atlet Pra PON termuda. Nah meski pada tahun ini cabang panahan tidak dilombakan di Popda, kita tetap optimis bahwa tahun depan keduanya kita daftarkan ke ajang lebih tinggi yakni di Popnas. Dengan rentang nilai yang mereka kantongi kami optimis srikandi kembar Muba bakal harum di antero Indonesia,” tegas Sunaryo, Sabtu, di ruang kerjanya.

Omong-omong, kok dari tadi disebut srikandi? Siapa sih srikandi itu? Diceritakan dalam kisah wayang purwa ada tokoh bernama Dewi Srikandi. Dewi ini  sangat gemar dalam olah keprajuritan dan mahir dalam mempergunakan senjata panah. Kepandaiannya tersebut didapatnya ketika ia berguru pada Arjuna, yang kemudian menjadi suaminya. Dewi Srikandi menjadi suri tauladan prajurit wanita. Ia bertindak sebagai penanggung jawab keselamatan dan keamanan kesatrian Madukara dengan segala isinya. Dalam perang Bharatayuddha, Dewi Srikandi tampil sebagai senapati perang Pandawa menggantikan Resi Seta, kesatria Wirata yang telah gugur untuk menghadapi Bisma, senapati agung balatentara Korawa. Dengan panah Hrusangkali, Dewi Srikandi dapat menewaskan Bisma, sesuai kutukan Dewi Amba, puteri Prabu Darmahambara, raja negara Giyantipura, yang dendam kepada Bisma.

Baca Juga:  Futsal Optimis Sapu Bersih Emas di Porprov

 

Jelas? Julukan itu akhirnya nempel pada para srikandi pendulang medali yang mengharumkan Indonesia termasuk juga lengket kepada dua atlet panahan  kembar Muba Fira dan Rifa. Kalau Dewi Srikandi belajar memanah kepada Arjuna, si kembar Rifa dan Fira belajar kepada Ibnu Marwata yang tak lain adalah ayah kedua gadis ini. Ibnu yang sehari-hari adalah guru olahraga di SMPN 6 Sekayu ini, juga langganan pengawas pertandingan level nasional hingga Asian. Di PON 2016 Jabar nanti, ia bertindak sebagai technical delegate cabang panahan.

 

“Nah dalam waktu dekat ini kami berdua dipercaya memeriahkan acara prosesi pembukaan kejuaran futsal piala Gubernur Sumsel di Palembang. Kami senang karena dapat lebih mengenalkan olah raga panahan,” kata Fira dan Rifa.

 

Ketua panitia kejuaraan Futsal Piala Gubernur Sumsel, Ferly Marlison memastikan pembukaan bakal terjadi lain daripadayang lain serta unik. “Yang pasti selama lebih kurang lima menit menjelang pembukaan resmi kita akan saksikan aksi memukau srikandi kembar di dalam lapangan futsal. Dalam rangkaian aksi mereka akan ditemani  freestyler Rory, atlet futsal Dispopar Muba. Perlahan Rory akan muncul dengan aksi freestyle nya selama tiga menit dari gawang satu hingga ke tengah lapangan diapit srikandi kembar dengan panah terhunus. Di puncak aksi Rory, kedua srikandi kembar merentang gendewa dengan anak panah siap luncur. Dan door, silahkan lihat sendiri apa bakal terjadi. #arif agung

Komentar Anda
Loading...