LRT di Jembatan Ampera Dibuat Terpisah

23
DSCN4117
Project Manager PT Waskita (Persero) Sc Abdillah

Palembang, BP

Project Manager PT Waskita (Persero) Sc Abdillah mengatakan, progres proyek LRT di Palembang sudah mencapai 5% sejak konstruksi dimulai pada Desember 2015.

“Perkembangan keseluruhan sudah 5 persen, kami targetkan capai 10 persen pada Agustus 2016,” katanya.

Abdillah melanjutkan, perseroan dapat mempercepat proyek dengan target uji coba lintasan pada Januari 2018. Pembangunannya dibagi menjadi lima zona, yakni zona I dari Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin-Simpang Bandara-Simpang TAA, lalu ada zona II dari Jalan TAA-Jalan Kol H Barlian-Jalan Demang Lebar Daun-Simpang Polda. Selain itu ada zona III dari Simpang Angkatan 45-Jalan Angkatan 45-Simpang Palembang Icon-Jalan Kapten A Rivai-Simpang Charitas-Jalan Jenderal Sudirman. Kemudian, zona IV dari Jembatan Ampera-Jalan Gubernur H A Bastari, dan Zona D. Selanjutnya ada zona V dengan kawasan di Jakabaring Sport City.

Baca Juga:  LRT Palembang Hampir Rampung

“Untuk ketinggian LRT, paling rendah mencapai 5,5 meter dan paling tinggi 17 meter. Nah 17 meter ini berada di kawasan perkotaan, tergantung alurnya,” katanya.

Nantinya, kata Abdillah, pembangunan LRT juga akan melintasi Sungai Musi, sehingga direncanakan akan dibuat jembatan baru yang terpisah dengan Jembatan Ampera Palembang.

“Sekarang sedang pengecekan tanah di Sungai Musi. Rencananya pemasangan tiang pancang dan proses pembangunan di Sungai Musi itu dilakukan Mei nanti,” katanya. “Untuk Fly Over Simpang Jakabaring nanti LRT bersinggungan,” katanya sembari mengatakan selama ini tidak ada permasalahan soal pembangunan LRT, termasuk masalah lahan yang menjadi tanggung jawab Pemprov Sumsel.

Baca Juga:  Walhi Sumsel Desak OJK dan Bank BUMN  Hentikan Mendanai Investasi Energi Kotor

Selain itu pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan pihak Pemkot Palembang terkait integrasi dengan LRT dengan Transmusi.#osk

Komentar Anda
Loading...