Harga Beras Bertahan di Level Tinggi

13

20120718penjual-kebutuhan-pokokPalembang, BP

Harga salah satu komoditas sembilan bahan pokok (sembako) yaitu beras di sejumlah pasar tradisional masih tinggi. Meski demikian, diakui penjual, pasokan masih normal, karena tingkat konsumsi warga masih wajar.

Medianto, pedagang beras di Pasar Padang Selasa mengatakan, beras curah dengan kualitas baik saat ini dijual Rp10.500/kg. Harga ini masih terbilang tinggi jika dibanding tiga pekan terakhir, yang mencapai Rp9.500/kg.

“Pasokan relatif normal. Pernah beberapa kali terlambat pengiriman. Saat hujan deras, kendala pengiriman kerap terjadi. Tapi sejauh ini dikirim sesuai dengan jumlah permintaan,” katanya, Jumat (4/3).

Dia menjelaskan, penyebab harga beras masih tinggi diperkirakan karena sebagian wilayah penghasil sedang masa tanam. Harga biasanya akan turun lagi ketika masa panen tiba.

Baca Juga:  Bank Melanggar Aturan KUR

Ditambahkannya, untuk beras bermerek seperti Selancar dan Topi Koki, pengiriman tidak terkendala. Beras jenis ini biasanya memiliki pergudangan yang tidak jauh dari lokasi pemasaran. “Kita jual beras Topi Koki 20kg seharga Rp198.000. Tidak ada kendala sejauh ini, kalau yang berat 10kg Rp100.000,” katanya.

Sedangkan menurut pedagang lainnya di Pasar Cinde, Ridho (37), sejauh ini pasokan beras tidak menemui kendala. “Sejauh ini beras yang dipasok dari Pasar 16 Ilir tidak ada masalah. Masih aman, harga juga belum mengalami kenaikan lagi,” singkatnya.

Tidak berbeda dengan yang dikatakan Jauhari, pedagang beras di Pasar 16 Ilir. Dia mengakui, harga mengalami kenaikan semenjak musim penghujan datang. Kendati besarannya tidak terlalu tinggi, namun cukup dirasakan ada pengurangan jumlah pasokan beras dari para petani.

Baca Juga:  Tidak Ada Payung Hukum, DPRD Sumsel Tolak Pengadaan Beras Untuk ASN

“Kalau beras curah dari Banyuasin memang agak berkurang, tetapi tidak banyak. Masih cukup sesuai dengan permintaan di pasaran. Karena aktivitas masyarakat juga belum begitu kuat, kecuali mendekati hari-hari besar,” katanya.

Dia mengklaim, hujan tidak terlalu berpengaruh terhadap pengiriman, karena bisa dilakukan lewat perairan. Hanya saja hujan mempengaruhi intensitas matahari, sehingga proses pengeringan menjadi lambat.

Sementara itu, Badan Urusan Logistik (Bulog) Divre Sumatera Selatan mencatat, penyaluran beras untuk warga miskin (raskin) di tahun 2016 ini sekitar 1.800 ton.

Kepala Bulog Divre Sumsel Miftahul Adha mengatakan, untuk Sumsel, penyaluran di tahun ini baru di Muba, Banyuasin, Palembang, Lahat, Pali, OKU Selatan dan OKU Timur.

“Kita sudah mulai menyalurkan raskin untuk Januari-Februari. Namun, sejauh ini masih belum dapat maksimal akibat sejumlah daerah yang masih ada belum menyelesaikan proses administrasi,” kata dia, kemarin.

Baca Juga:  Berikut Poin-poin Revisi Aturan Taksi Online

Dia mengatakan, seharusnya pemerintah daerah minimal sudah membayar raskin untuk daerahnya sejak awal Februari lalu. Besaran yang harus dibayarkan juga disesauikan dengan aloksi penerima di setiap daerah. “ Harga tebus raskin sendiri dihargai Rp 1.600/kg. setiap warga di kabupaten/kota masing-masing diberi jatah 15 kg,” katanya.

Terlebih, Pemprov Sumsel sudah mengeluarkan pagu anggaran terhadap masing-masing kabupaten/kota. Sehingga sebenarnya tidak ada alasan lagi Pemda belum menyelesaikan proses administrasi raskin kepada Bulog. “Kami berharap agar proses administrasi dapat segera terselesaikan. Sehingga tidak menjadi penghambat penyaluran raskin di tahun ini,” jelasnya. #ren

Komentar Anda
Loading...