KEK TAA Berpeluang Jadi Kawasan Industri Prioritas

21

berita_128615_800x600_tanjungapiiiiiiiPalembang, BP

Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Api-Api (TAA) di Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan berpeluang masuk dalam prioritas pembangunan kawasan industri oleh pemerintah pusat. Dengan catatan, pemerintah bisa menyelesaikan pembebasan lahan kawasan itu pada tahun ini.

Direktur Pengembangan Fasilitasi Industri Wilayah II Kementerian Perindustrian Busharmaidi mengatakan, pemerintah akan mengkaji ulang 14 kawasan industri yang sudah ditetapkan menjadi prioritas.

“14 kawasan itu akan direview, mana yang masih on mana yang off. KEK TAA saat ini memang tidak termasuk dalam prioritas tersebut namun ada peluang untuk masuk,” katanya.

Pemerintah saat ini telah menetapkan 14 kawasan industri prioritas yang dibangun di Luar Jawa dengan perincian 7 kawasan industri dibangun di wilayah Timur dan sisanya di wilayah Barat.  Pembangunan kawasan industri baru akan diarahkan untuk bisa tumbuh menjadi kota-kota industri baru yang mandiri dan modern.

Baca Juga:  Target Pembebasan Lahan TAA Tahun Ini Selesai

Dari 14 kawasan tersebut, hanya tiga wilayah di Sumatra Utara yang menjadi prioritas pusat untuk pembangunannya, seperti Sei Mangkei. Dia mengatakan, dalam pengkajian ulang kawasan industri prioritas itu, pihaknya akan menilai mana kawasan yang progressnya lamban. Biasanya, ujar Busharmaidi, kemajuan pembangunan kawasan industri sangat bergantung pada pembebasan lahan.

“Dari 14 kawasan itu ada persoalan tanah yang belum selesai di beberapa daerah, nanti akan kami lihat. Jika pembebasan lahan untuk kawasan industri bisa kelar maka proses pembangunan tidak akan memakan waktu lama,” katanya.

Baca Juga:  Pembangunan SONS Diapresiasi

Sementara itu Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sumsel, Ir Permana MMA mengatakan, pihaknya memastikan pembebasan lahan KEK TAA dapat tuntas pada tahun ini.

“Lahan yang akan dibebaskan seluas 217 hektare yang mana dimiliki oleh 115 kepala keluarga, kami upayakan tahun ini selesai, supaya bisa masuk jadi prioritas pemerintah pusat,” tuturnya. Pihaknya memang mengejar target agar KEK TAA masuk dalam rencana induk perindustrian nasional (RIPIN).

Jika sudah menjadi prioritas maka pembangunan KEK TAA akan lebih cepat dan bakal didukung penuh oleh Kemenperin. Saat ini, ujarnya, Kabupaten Banyuasin  merupakan bagian dari rencana induk pembangunan industri daerah (Ripid) Sumsel bersama tiga daerah lainnya di provinsi itu.

Baca Juga:  Warga Senang Naik Mobil Patroli Kodim 0418 Palembang

“Banyuasin KEK TAA itu memang sudah masuk dalam rencana kami untuk menjadi pusat hilirisasi pertanian. Adapun daerah lain yang telah dibidik pemprov menjadi kawasan industri, yakni Kabupaten Muaraenim dan Kabupaten Pali untuk sektor energi, Kabupaten Lubuk Linggau untuk kawasan peti kemas dan Kota Palembang untuk pergudangan,” ungkapnya.

Sebelumnya, Ketua Project Managemen Unit (PMU) KEK TAA Regina Ariyanti mengatakan, pemprov sudah menyiapkan budget sekitar Rp43 miliar yang bersumber dari APBD Sumsel 2016 untuk pembebasan lahan KEK TAA. “Dana yang tersedia disesuaikan dengan luasan lahan yang akan dibebaskan, pemprov sudah menyiapkan sekitar Rp43 miliar,” tutupnya. #idz

Komentar Anda
Loading...