Masyarakat Muaradua Kesulitan Mendapatkan Air Bersih

25
20160225_112527_resizedMuaradua, BP
Hampir seluruh warga Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan mengaku kesulitan mendapatkan air bersih yang layak konsumsi dalam beberapa bulan terakhir ini. Pasalnya kondisi air aliran Selabung dan Saka maupun anak sungai lainnya, keruh berwarna cokelat pekat.

Dian, salah satu ibu rumah tangga yang tinggal di Muaradua, mengaku, kondisi air  aliran Sungai Selabung dan Saka makin bertambah parah semenjak musim hujan belakangan.

“Semenjak musim hujan dari hulu sungai ini airnya memang sudah keruh seperti ini. Makanya kami agak sulit untuk mendapatkan air bersih, untuk kebutuhan sehari-hari,” ujar Dian, Rabu (2/3).

Baca Juga:  Gempa di Kaur Guncang Muaradua

Dikatakannya, sebagian besar warga masih mengandalkan air aliran Sungai Saka dan Sungai Selabung, untuk memenuhi kebutuhan mandi, mencuci, kakus, dan minum sehari-hari. Karena, PDAM Tirta Saka Selabung salah satu penyuplai air bersih untuk masyarakat Muaradua, sering tidak mengalir.

“Untuk kebutuhan minum terkadang meminta air dari sumur tetangga, karena PDAM sering mati. Kalau kita memaksakan mengambil air Saka Selabung, melihatnya saja sudah jorok, apalagi untuk diminum,” keluh Dian.

Senada dikatakan Suwardi. Ia dan keluarganya setiap hari terpaksa menyaring air keruh. Karena tidak ada pilihan lain.
“Kami sekeluarga setiap paginya sejam sebelum mandi nyaring dulu, pakai kain. Kagek pas lah agak jernih baru banyu tu kami gunoke untuk nyuci dan mandi,” kata dia.
Terpisah Kepala Kantor Lingkungan Hidup (KLH) OKU Selatan Jusriadi, SE mengaku kondisi aliran Sungai Saka Selabung kini kondisinya mulai memprihatinkan dan tingkat kekeruhan air sudah cokelat. Sungai Saka Selabung sudah tidak layak untuk dikonsumsi.
 “Melihat dari kondisi seperti sekarang, airnya  memang tak layak untuk dikonsumsi, tingkat kekeruhan air agak tinggi,” jelasnya.

Baca Juga:  Negara Alokasikan Rp147 M Untuk Pemilukada di Sumsel

Menurut dia, kondisi air yang semakin kekeruhan karena bagian hulu sungai sudah banyak yang gundul karena dibuka untuk perkebunan sawit, bahkan pihaknya menduga kini aliran sudah mulai terkontaminasi zat berbahaya pupuk perkebunan.

“Serapan air d ihulu sungai sudah tidak ada lagi, karena banyak hutan yang gundul. Makanya aliran air ini tidak akan pernah jernih selama musim hujan. Dan masyarakat sebaiknya tidak mengonsumi air tersebut,” ujar dia.#bob
Komentar Anda
Loading...